Gempita Bakal Diurus Gading Marten, Kak Seto: Jangan Ada Kesan Perebutan Hak Asuh
Instagram/kaksetosahabatanak
Selebriti

Gempita Nora Marten diketahui sudah tinggal bersama Gading beberapa hari sebelum ditetapkannya Gisella Anastasia sebagai tersangka kasus video syur 19 detik.

WowKeren - Berbagai pihak ikut menyoroti kasus Gisella Anastasia, salah satunya adalah Kak Seto. Pria bernama lengkap Seto Mulyadi ini dikenal pula sebagai seorang psikolog dan pemerhati anak.

Keputusan Kak Seto untuk menanggapi kasus video syur itu lantaran telah ikut menyeret nama Gempita Nora Marten, putri semata wayang Gisel dan Gading Marten. Sebagai seorang psikiater, Kak Seto dengan tangan terbuka ingin membantu Gading dan Gisel terkait hak asuh Gempi.

Dilansir dari DetikHot, Kak Seto mengungkapkan dirinya akan membantu mantan pasutri tersebut bila memang diminta oleh keduanya. Menurut Kak Seto, Gempi sangat perlu pendampingan dan juga komunikasi dua arah.

"Karena saya memang sudah 50 tahun berada di dunia anak-anak termasuk juga perlindungan anak," ujar Kak Seto saat ditemui di gedung Trans TV, Selasa (5/1) kemarin. "Kalau memang dibutuhkan, dengan segala hormat dengan senang hati saya lakukan."

Oleh Kak Seto, Gempi disarankan untuk bisa mendapatkan treatment psikologis. Hal ini bisa dilakukan oleh seorang profesional maupun hanya dengan keluarga sendiri. Kak Seto menilai bila langkah ini terlewati, dikhawatirkan akan berdampak negatif untuk Gempi.


"Kalau ini tidak mendapat treatment psikologis. Baik dari keluarga maupun oleh profesional bisa berdampak negatif," tutur Kak Seto. "Tidak percaya diri kemudian menimbulkan sikap-sikap negatif terhadap orangtuanya."

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) ini juga meminta agar Gempi dijauhkan dari media sosial terlebih dahulu. Ia pun memberi saran agar Gisel memanfaatkan waktu semaksimal mungkin bersama Gempi sebelum akhirnya menjalani masa tahanan.

"Mohon sementara ini adik G dipisahkan dari media sosial untuk sementara waktu," pungkas pemerhati anak itu. "Entah saat ini sedang berada bersama sang ayah atau ibu, sebisa mungkin ciptakan suasana gembira, menyanyi, mendongeng, bermain, entah loncat-loncat. Buat dia asyik dengan dunianya, asyik dengan ibunya sebagai anak."

Terakhir, Kak Seto memberi wejangan untuk Gading dan Gisel agar tidak memunculkan kesan perebutan hak asuh anak. Keputusan hak asuh tersebut harus dibicarakan baik-baik oleh Gading dan Gisel.

"Kemudian kalau nanti sang bunda harus berada di lapas, sementara kalau bisa diasuh oleh ayahnya. Saya kira komunikasi antara keduanya terjalin dengan baik," pungkas psikolog lulusan Universitas Indonesia itu. "Yang penting jangan ada kesan perebutan hak asuh."

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts