Jabatan Berakhir 20 Januari, Trump Akan Disingkirkan Lebih Cepat Lewat Pemakzulan?
Getty Images
Dunia
Pelantikan Presiden AS 2021

Buntut kerusuhan di Capitol, Ketua DPR Amerika Serikat, Nancy Pelosi siap menyingkirkan Presiden Donald Trump lebih cepat dari Gedung Putih lewat pemakzulan. Bisakah?

WowKeren - Kerusuhan yang dilakukan pendukung Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Gedung Kongres Capitol Hill, Washington DC, Rabu (6/1) telah jadi sorotan tajam dunia. Buntut dari kerusuhan yang menewaskan 4 orang itu, kini muncul seruan agar Trump segera dimakzulkan.

Ketua DPR AS, Nancy Pelosi mendesak Wakil Presiden AS Mike Pence agar segera mencopot Trump melalui Amandemen ke-25 Konstitusi. Jika Pence menolak, maka Pelosi menyatakan siap untuk kembali melakukan pemakzulan terhadap Presiden AS ke-45 itu.

Sebagai informasi, jabatan Trump sebagai Presiden AS sendiri akan resmi berakhir pada 20 Januari 2021 mendatang. Namun buntut aksi kerusuhan Capitol yang telah memicu krisis demokrasi di negara tersebut, Pelosi dan Demokrat langsung menyerukan pemakzulan Trump. Mereka menilai situasi sudah gawat sehingga Trump harus secepatnya disingkirkan dari Gedung Putih.

"Ini mendesak. Ini adalah keadaan darurat dengan kekuatan tertinggi," kata Pelosi seperti dilansir dari CNN, Kamis (8/1). "Ponsel saya meledak dengan 'pemakzulan, pemakzulan, pemakzulan."

"Jika wakil presiden dan kabinet tidak bertindak," lanjutnya. "Kongres mungkin siap untuk bergerak maju dengan pemakzulan yang merupakan sentimen luar biasa dari kaukus saya dan rakyat Amerika."



Proses menggulingkan presiden yang sedang menjabat di AS sendiri membutuhkan dukungan partisan yang signifikan agar berhasil dilakukan di Senat. Hal ini cukup sulit karena belum dimiliki oleh Partai Demokrat.

Walau begitu, Pelosi secara blak-blakan memperingatkan Gedung Putih bahwa DPR akan mendakwa Trump atas "tindakan menghasut" dalam menghasut kerusuhan di Capitol. Karena itu, Wapres AS dan Kabinet diminta segera mengeluarkan Amandemen ke-25 agar DPR tidak perlu melakukan proses pemakzulan.

Amandemen ke-25 sendiri mengharuskan Wakil Presiden Mike Pence dan mayoritas anggota Kabinet menyatakan Trump dicopot dari jabatannya karena tidak bisa lagi menjalankan kekuasaan. Saat ditanya berapa lama waktu yang diberikan untuk menunggu Amandemen ke-25 diberlakukan, Pelosi hanya menjawab berapa hari pun waktu tersisa dia akan siap memakzulkan.

Sementara itu, presiden terpilih Joe Biden justru dikabarkan tidak berniat membuka proses pemakzulan terhadap Trump. Orang-orang terdekatnya menyebut Biden lebih memilih tetap fokus untuk menjabat dalam waktu kurang dari dua minggu. Selain itu, Biden juga percaya pemakzulan tidak akan membantu menyatukan AS.

"Pemakzulan tidak akan membantu mempersatukan negara ini," kata seseorang yang dekat dengan Biden. "Ini adalah masalah yang akan diputuskan oleh Kongres."

(wk/lian)


You can share this post!


Related Posts