Musibah Bisa Datang Kapan Saja, Ini 7 Tips Tingkatkan Peluang Selamat Naik Pesawat
Travel

Musibah bisa datang kapan saja namun sebagai manusia wajib berikhtiar untuk mencari keselamatan. Penting untuk mengetahui tips-tips naik pesawat untuk meningkatkan peluang selamat.

WowKeren - Pesawat menjadi salah satu moda transportasi yang banyak dipilih untuk melakukan perjalanan jarak jauh dalam waktu dekat. Namun perlu diingat jika risiko kecelakaan pasti ada saat Anda melakukan perjalanan dengan menggunakan moda transportasi apapun, tak terkecuali pesawat.

Seperti yang terjadi belum lama ini, ketika pesawat Sriwijaya Air SJ182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta Utara pada Sabtu (9/1). Diketahui, pesawat rute Jakarta-Pontianak itu jatuh beberapa saat setelah lepas landas dari bandara Soekarno Hatta, Cengkareng.

Musibah bisa datang kapan saja namun sebagai manusia kita wajib berikhtiar untuk keselamatan. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui tips-tips naik pesawat untuk meningkatkan peluang selamat saat terjadi kecelakaan.

(wk/zodi)

1. Pilih Tempat Duduk Tengah di Belakang


Pilih Tempat Duduk Tengah di Belakang
Getty Images/Caterina Bernardi

Federal Aviation Administration mengungkapkan pada dasarnya tidak ada satu kursi pun di pesawat yang lebih aman daripada yang lainnya. Kendati demikian, data statistik yang ada sepertinya tidak sepakat dengan pernyataan tersebut.

Pada 2015 lalu, Time mempelajari kecelakaan pesawat yang terjadi dari 35 tahun ke belakang. Dari kajian itu diketahui jika kursi di sepertiga belakang pesawat memiliki tingkat kematian 32 persen, sedikit lebih rendah dari pada kursi tengah dengan persentase kematian 39 persen dan depan 38 persen.

2. Letakkan Tas di Bawah Kursi untuk Keselamatan Kaki


Letakkan Tas di Bawah Kursi untuk Keselamatan Kaki
https://thriftytraveler.com/

Mungkin hal ini terkesan sepele, namun bisa memainkan peranan yang penting untuk menjaga keselamatan Anda. Kondisi kaki patah sangat umum terjadi saat kecelakaan pesawat.

Letakkanlah barang bawaan Anda di bawah kursi depan. Hal ini akan membantu Anda menutup celah di sana sehingga ketika terjadi ketidakseimbangan pesawat kaki Anda tidak bisa tergelincir ke bawah. Selain itu, keberadaan barang tersebut mampu melindungi tulang kering saat terjadi benturan yang mengakibatkan kaki terperosok ke depan.

3. Perhatikan Presentasi Keselamatan dari Awak Kabin


Perhatikan Presentasi Keselamatan dari Awak Kabin
Emirates

Jangan pernah bosan untuk mendengarkan arahan pramugari saat memberikan presentasi keselamatan penumpang. Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS melakukan survei pada hampir 500 penumpang yang terlibat dalam evakuasi pesawat antara tahun 1997 dan 1999.

Hasilnya, hanya kurang dari 50 persen penumpang yang memperhatikan presentasi keselamatan yang diberikan oleh pramugari. Laporan National Transportation Safety Board (NTSB) Amerika Serikat tahun 2001 menemukan jika salah satu alasan penumpang tidak memperhatikan briefing keselamatan adalah keyakinan mereka bahwa jika terjadi kecelakaan tidak mungkin selamat.

4. Antisipasi Benturan


Antisipasi Benturan
Getty Images/Ed Pritchard

Saat pesawat dalam posisi tidak seimbang Anda sebaiknya segera melakukan antisipasi terjadinya benturan. Mencondongkan tubuh ke depan dan mendekatkan kepala ke kursi yang ada di depan mungkin bisa menyelamatkan Anda.

Posisi ini akan meminimalisir terjadinya benturan keras dan untuk mengurangi kemungkinan dampak sekunder. Dampak sekunder yang dimaksud adalah potensi terjadinya cedera kepala saat terjadi beberapa kali benturan ketika pesawat mengalami kecelakaan.

5. Pilih Pesawat dengan Kapasitas Penumpang Besar


Pilih Pesawat dengan Kapasitas Penumpang Besar
Unsplash/Tango Tsuttie

Untuk keselamatan, tak ada salahnya memperhatikan jenis pesawat yang akan Anda naiki. Pilihlah pesawat yang memiliki badan besar. Sebab jenis pesawat ini secara sertifikasi dan sistem keamanan lebih diutamakan dan juga diawasi secara ketat.

Semakin besar pesawat maka akan semakin banyak penumpang yang dapat ditampungnya. Yang mana, pesawat ini cenderung lebih nyaman dan stabil.

6. Perhatikan Menit-Menit Rawan Kecelakaan Pesawat


Perhatikan Menit-Menit Rawan Kecelakaan Pesawat
Unsplash/Tim van der Wiel

Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh para ahli keselamatan, ditemukan jika saat paling rawan terjadi kecelakaan pesawat adalah tiga menit setelah lepas landas dan delapan menit sebelum mendarat.

Selama waktu tersebut, sebaiknya Anda tetap memakai sepatu dan melipat meja nampan yang ada di depan Anda. Selanjutnya yang perlu juga digarisbawahi adalah 90 detik pertama setelah terjadi kecelakaan. Pastikan Anda tetap tenang untuk bisa keluar dari pesawat dengan cepat. Kepanikan hanya akan membuat Anda kesulitan melepaskan sabuk pengaman.

7. Ketahui Letak Pintu Darurat


Ketahui Letak Pintu Darurat
Shutterstock

Inilah salah satu alasan penting mengapa Anda harus memperhatikan pramugari saat memberikan presentasi keselamatan penerbangan. Perhatikan saat pramugari menginformasikan dimana letak pintu darurat pesawat.

Sehingga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Anda sudah tahu kemana harus menyelamatkan diri. Ketahui apakah pintu darurat ada di bagian belakang atau depan kursi tempat duduk Anda. Sehingga Anda tidak perlu membuang-buang waktu mencari letak pintu darurat untuk mengambil langkah sigap guna menyelamatkan diri sendiri.

Selain cara-cara di atas, Anda juga perlu memperhatikan bahan pakaian yang dikenakan. Celana dan baju berlengan panjang mampu meningkatkan peluang Anda untuk bertahan hidup dengan melindungi kulit dari api maupun benda tajam saat terjadi kecelakaan. Laporan dari NTBS AS menyebutkan jika 68 persen penumpang tewas dalam kecelakaan pesawat akibat cedera yang mereka derita selama kebakaran pasca kecelakaan.

You can share this post!

Related Posts