Temukan Varian Baru Virus Corona yang Berbeda, Jerman Perpanjang Lockdown
AP/Kay Nietfeld
Dunia
Pandemi Virus Corona

Temuan baru varian COVID-19 pada 35 pasien di Jerman yang berbeda dengan Inggris dan Afrika Selatan, membuat pemerintah setempat berencana memperpanjang lockdown hingga pertengahan Februari mendatang.

WowKeren - Jerman menemukan varian baru virus corona di 35 pasien sebuah rumah sakit di kota ski Bavaria, Garmisch-Partenkirchen pada Senin (18/1). Strain baru virus corona itu ditemukan pada 35 dari 73 orang yang baru terinfeksi COVID-19 di rumah sakit tersebut.

Dikutip dari CNBC, Rabu (20/1), para pejabat setempat mengatakan varian baru itu berbeda dari yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan. Dalam jumpa pers pada Senin, Wakil Direktur Medis Rumah Sakit Clemens Stockklausner mengatakan belum ada pemahaman apakah mutasi tersebut membuat virus lebih mudah menular atau bahkan lebih mematikan.

"Saat ini kami menemukan mutasi titik kecil dan sama sekali tidak jelas apakah itu akan memiliki relevansi klinis. Kami harus menunggu urutan lengkapnya," kata Clemens.

Sejauh ini, varian baru COVID-19 yang ditemukan di Inggris atau Afrika Selatan tidak menyebabkan lebih banyak kematian kendati memang lebih mudah menular. Adanya temuan tersebut lantas membuat Menteri Kesehatan Jens Spahn mendesak orang-orang untuk tidak menyebut mutasi baru Covid-19 dengan sebutan "varian Inggris". "Sama seperti kita tidak membicarakan 'virus China' tahun lalu, sekarang kita tidak boleh membicarakan tentang 'varian Inggris'," katanya.


Sementara itu, Kanselir Jerman Angela Merkel beserta para pemimpin wilayah berencana memperpanjang lockdown hingga pertengahan Februari, menyusul temuan varian baru COVID-19 tersebut. Dengan berlanjutnya lockdown, sebagian besar toko dan sekolah juga akan tetap ditutup. Padahal Jerman sendiri awalnya berencana untuk mengakhiri lockdown pada 31 Januari mendatang.

Infeksi baru telah menurun dalam beberapa hari terakhir dan tekanan yang dihadapi unit perawatan intensif juga sedikit berkurang, tapi para ahli virologi khawatir tentang kemungkinan penyebaran virus yang lebih menular dari varian baru tersebut. "Kemungkinan kami akan menyetujui perpanjangan (lockdown) selama dua pekan," kata seseorang yang terlibat dalam pembicaraan itu.

Pemerintah federal juga akan membentuk kelompok kerja untuk menyusun cetak biru yang mencakup strategi pembukaan yang aman dan adil. "Jumlah infeksi telah turun selama beberapa pekan atau stagnan dan itu bagus. Sekarang kami menghadapi mutasi yang sangat agresif yang harus kami tanggapi," kata Wali Kota Berlin, Michael Mueller, kepada saluran TV Jerman.

Lebih lanjut, Mueller menuturkan para pemimpin Jerman juga akan membahas jam malam yang sudah diberlakukan di beberapa negara bagian. Kendati demikian, jam malam kemungkinan tidak akan diberlakukan di mana-mana.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts