Beda 180 Derajat dari Trump, Biden Bakal Kembali Bawa AS Merapat ke WHO
Flickr/Gage Skidmore
Dunia
Pelantikan Presiden AS 2021

Penasihat Medis Anthony Fauci menyatakan Presiden Joe Biden akan memberi arahan untuk mengembalikan AS ke WHO, sebuah langkah yang sangat bertolak belakang dengan kebijakan Donald Trump.

WowKeren - Presiden ke-46 Amerika Serikat Joe Biden sudah resmi dilantik pada Rabu (20/1) tengah hari kemarin. Biden pun langsung melakukan beberapa perubahan dalam ketatanegaraannya, termasuk membatalkan beberapa kebijakan presiden pendahulunya, Donald Trump.

Salah satunya perihal membawa kembali AS merapat ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tepatnya di fasilitas vaksin COVID-19. Hal ini seperti disampaikan oleh Penasihat Medis Anthony Fauci kepada WHO.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus jelas menyambut baik kebijakan tersebut. "Ini adalah hari yang baik untuk WHO sekaligus hari yang baik untuk kesehatan global," ujar Ghebreyesus, dilansir pada Kamis (21/1).

Fauci yang berbicara lewat video konferensi menyatakan bahwa Presiden Biden akan memberikan arahan. Termasuk di antaranya untuk mendorong bergabungnya AS dengan penanggulangan COVID-19 serta mendukung ACT-Accelerator guna mendorong upaya multilateral untuk vaksin COVID-19.

Selain itu, Fauci menyebut AS akan tetap menjadi anggota WHO dan memenuhi kewajiban finansialnya. AS juga akan berkoordinasi dengan 193 negara anggota lain untuk mereformasi badan PBB yang bergerak di bidang kesehatan tersebut.


Sebagai pengingat, Trump sempat berseteru dengan WHO menanggapi pengentasan wabah COVID-19. Trump pernah mengkritik keras WHO yang dinilai sangat lamban dalam mengatasi pandemi serta dianggap terlalu berorientasi pada Tiongkok.

Trump kemudian menghentikan pendanaan untuk WHO. Lalu Trump juga mengancam akan membawa AS meninggalkan WHO, dimulai pada Juli 2021 mendatang, dan dilihat sebagai bagian dari pengunduran diiri AS dari berbagai organisasi multilateral.

Ghebreyesus pun mengungkap kelegaan mendapati AS akan kembali di tengah-tengah WHO. "WHO adalah keluarga bangsa-bangsa dan kami semua senang bahwa AS masih ada di tengah-tengah keluarga," tegas Ghebreyesus.

Di sisi lain, WHO juga terus melakukan berbagai intervensi untuk memastikan semua negara bisa mengatasi pandemi COVID-19. Termasuk dengan menyediakan vaksin bagi negara-negara miskin, yakni melalui skema COVAX.

"Gelombang pertama vaksin COVID-19 diharapkan dapat bagikan ke negara-negara miskin pada Februari di bawah skema COVAX," kata pejabat WHO pekan ini. "Yang dijalankan oleh WHO dan aliansi vaksin GAVI."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts