Kabar Baik! Jokowi Tambah 100 Persen Anggaran Kartu Pra Kerja, Bansos Juga Ikut 'Disenggol'
Nasional
Kartu Pra Kerja

Menkeu Sri Mulyani membenarkan bahwa anggaran Kartu Pra Kerja ditambah 100 persen atas perintah Presiden Joko Widodo. Besaran bansos tunai pun ikut ditambah di 2021 ini.

WowKeren - Presiden Joko Widodo memutuskan untuk menambah pos anggaran untuk program Kartu Pra Kerja. Tak main-main, Jokowi menginstruksikan agar anggaran untuk program tersebut ditambah sampai 100 persen menjadi Rp20 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membenarkan fakta ini. Dengan demikian, nilai anggaran program Kartu Pra Kerja tahun ini sama seperti periode 2020 lalu.

"Bapak Presiden memutuskan, program Pra Kerja dinaikkan dua kali lipat," tutur Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (27/1). "Jadi tadinya Rp10 triliun tahun ini supaya disamakan dengan tahun lalu menjadi Rp20 triliun, jadi kita tambahkan Rp10 triliun."

Lantas Sri Mulyani harus mengambil dana dari pos mana saja untuk mengeksekusi instruksi Jokowi itu? Dijelaskan sang mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia, peningkatan anggaran Kartu Pra Kerja diambil dari realokasi dan re-focusing anggaran di setiap kementerian/lembaga.


Selain Kartu Pra Kerja, pemerintah juga akan melanjutkan sejumlah stimulus bantuan sosial lain pada 2021. Seperti misalnya program diskon tarif listrik yang akan dilakukan sampai Kuartal II-2021 meski akan mengalami penyesuaian seperti berkurang besaran kortingannya.

Seperti pelanggan 450 VA yang selama ini mendapat diskon listrik 100 persen, akan menerima potongan 50 persen mulai April 2021. "Sedangkan yang 900 VA yang sekarang juga mendapat diskon 50 persen nanti diskonnya akan diturunkan menjadi 25 persen," terang Sri Mulyani, dilansir dari Kontan, Kamis (28/1).

Tak hanya itu, pemerintah juga akan melanjutkan program subsidi kuota internet kepada para pelajar dan pengajar. Namun berbeda dengan sebelumnya yang masuk di pagu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama, kini programnya ditarik ke perencanaan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Namun yang turut menjadi perhatian, tahun 2021 ini juga akan ditandai dengan bertambahnya bantuan sosial berupa uang tunai. "Dan bantuan bansos tunai tambahan dari Rp200 ribu menjadi Rp300 ribu per bulan," pungkas Sri Mulyani.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts