WhatsApp Beri ‘Deadline’ Ini Agar Kebijakan Privasi Dipatuhi, Pengguna Terima?
Unsplash/Rachit Tank
SerbaSerbi

WhatsApp memberikan deadline bagi pengguna untuk segera mematuhi kebijakan privasi, beri ancaman ini jika tidak dilakukan. Pengguna tetap bertahan atau pergi?

WowKeren - WhatsApp memberikan peringatan baru bagi para penggunanya untuk segera menerima aturan kebijakan privasi baru. Padahal, kebijakan privasi WhatsApp tersebut sempat memicu kontroversi hingga membuat banyak penggunanya pindah ke layanan pesan lainnya.

Dilansir dari Tech Crunch, WhatsApp memberikan batas waktu maksimal bagi penggunanya sampai 15 Mei 2021 mendatang untuk mematuhi kebijakan itu. Jika tetap dilanggar, maka pengguna WhatsApp tidak akan bisa membaca dan mengirimkan pesan.

”Untuk jangka pendek, para user tersebut akan bisa menerima panggilan dan notifikasi,” sebut WhatsApp seperti dikutip dari Tech Crunch, Senin (22/2). “Tapi tidak akan bisa membaca atau mengirimkan pesan dari aplikasi.”

Nantinya, fungsi menerima panggilan dan notifikasi juga akan dibatasi selama beberapa minggu. Di masa tenggang itu, WhatsApp akan menandai pengguna yang belum menyetujui aturan baru sebagai akun yang tidak aktif. Akun tak aktif otomatis akan dihapus setelah 120 hari kedepan.

Oleh sebab itu, hanya ada dua opsi bagi pengguna WhatsApp saat ini. Opsi pertama adalah menerima aturan privasi baru itu atau opsi kedua pindah ke aplikasi lainnya.


Mengenai kontroversi kebijakan privasi itu, WhatsApp menegaskan terus berusaha keras agar aturan itu diterima dengan baik oleh pengguna mereka. WhatsApp menyebut bahwa aturan baru ini sama sekali tidak membuat pesan kurang aman karena komunikasi tetap disandi dan hanya bisa dibaca oleh pengirim dan penerimanya.

Kontroversi aturan baru tersebut memang sempat membuat WhatsApp panik karena jutaan pengguna mendadak pindah ke layanan lain, seperti Telegram dan Signal. Kendati demikian, hingga kini terpantau masih belum ada tanda-tanda WhatsApp benar-benar goyah.

”Seberapa besar dampaknya bagi Facebook? Sangat kecil,” menurut perusahaan analitik Apptopia pada awal Februari. “Orang-orang menghabiskan waktu di WhatsApp sama banyaknya dibandingkan sebelum aturan baru itu diumumkan.”

Kebijakan WhatsApp itu diprediksi mampu membuat pengguna mereka berbondong-bondong pergi ke aplikasi lain yang dinilai lebih melindungi privasi mereka. Walau begitu, prediksi ini belum tentu tepat dan masih bisa dilihat bagaimana nasib WhatsApp selanjutnya.

”Bahkan meski makin banyak orang mengunduh layanan rival, hanya ada sedikit bukti bahwa mereka menjadi lebih sedikit menggunakan WhatsApp sebagai konsekuensinya,” tulis Bloomberg. “Basis user-nya sedemikian besar sehingga orang harus tetap berada di platform itu jika ingin tetap berkomunikasi dengan kontak spesifik.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts