Heboh Kapal Raksasa Nyangkut Bikin Macet, Ini 7 Fakta Menarik Terusan Suez yang Jarang Diketahui
commons.wikimedia.org/Mmelouk
Travel

Terusan Suez adalah sebuah jalur strategis yang menghubungkan Asia dan Eropa. Membentang sepanjang 193 kilometer, kanal ini tak pernah sepi dan merupakan jalur tersibuk di dunia.

WowKeren - Belum lama ini dunia digegerkan dengan sebuah kapal kontainer berukuran raksasa yang tersangkut di Terusan Suez. Kapal yang panjangnya hampir menyamai tinggi Empire State Building New York tersebut tersangkut saat terjadi badai pasir pada Selasa (23/3) waktu setempat.

Akibat kejadian ini, Terusan Suez menjadi macet lantaran kapal tak bisa segera dievakuasi. Tak hanya itu, keterlambatan pengiriman juga menyebabkan harga minyak melonjak. Namun kekinian, kapal sepanjang 400 meter dan berbobot 200.000 ton itu sedikit demi sedikit sudah mulai bisa bergerak.

Diketahui, Terusan Suez adalah sebuah jalur strategis yang menghubungkan Asia dan Eropa. Membentang sepanjang 193 kilometer, kanal ini tak pernah sepi dan merupakan jalur tersibuk di dunia. Untuk mengetahui lebih lanjut fakta mengenai Terusan Suez, yuk simak artikel ini lebih lanjut.

(wk/zodi)

1. Inspirasi Lahirnya Patung Liberty


Inspirasi Lahirnya Patung Liberty
Pxhere

Ketika Terusan Suez hampir selesai dibangun pada 1869, seorang pemahat asal Prancis Frédéric-Auguste Bartholdi mencoba meyakinkan Ferdinand de Lesseps dan pemerintah Mesir untuk membangun patung "Egypt Bringing Light to Asia" di pintu masuk Mediterania.

Namun sayangnya, ide patung wanita setinggi 90 kaki yang mengenakan jubah petani Mesir dan memegang obor besar tak pernah terwujud. Tak menyerah, Bartholdi kemudian meluncurkan versi yang telah selesai di Pelabuhan New York pada tahun 1886. Patung ini secara resmi disebut "Liberty Enlightening the World", atau yang dikenal dengan Patung Liberty.

2. Ide Napoleon Bonaparte


Ide Napoleon Bonaparte
commons.wikimedia.org/Godot13

Setelah menaklukkan Mesir pada 1798, komandan militer Prancis Napoleon Bonaparte mengirim tim surveyor untuk menyelidiki kemungkinan memotong Tanah Genting Suez dan membangun kanal dari Laut Merah ke Mediterania. Namun sayangnya tim tersebut salah menyimpulkan bahwa Laut Merah setidaknya 30 kaki lebih tinggi dari Mediterania.

Upaya pembuatan kanal dianggap dapat memicu banjir di Delta Nil. Perhitungan yang salah itu berhasil membuat pembuatan kanal terhenti hingga tahun 1847, ketika tim peneliti akhirnya mengonfirmasi bahwa tidak ada perbedaan ketinggian yang serius antara Laut Tengah dan Laut Merah.

3. Sempat Dimentahkan Pemerintah Inggris


Sempat Dimentahkan Pemerintah Inggris
commons.wikimedia.org/Amakuru

Rencana pembangunan disodorkan Ferdinand de Lesseps kepada raja muda Mesir dan didukung oleh Kaisar Prancis Napoleon III. Namun banyak negarawan Inggris menganggap pembangunannya sebagai skema politik yang berpotensi merusak dominasi pelayaran global mereka. Duta Besar Inggris untuk Prancis berpendapat bahwa mendukung pembangunan kanal akan menjadi "tindakan bunuh diri".

Kerajaan Inggris terus mengkritik kanal tersebut selama pembangunannya. Namun akhirnya membeli 44 persen saham di jalur tersebut setelah pemerintah Mesir yang kekurangan dana melelang sahamnya pada tahun 1875.

4. Terusan Serupa Sudah Ada Sejak Zaman Mesir Kuno


Terusan Serupa Sudah Ada Sejak Zaman Mesir Kuno
commons.wikimedia.org/Totoyba2

Kanal Suez bukanlah satu-satunya saluran yang meliuk-liuk melintasi Mesir. Firaun Mesir Senusret III mungkin telah membangun kanal awal yang menghubungkan Laut Merah dan Sungai Nil sekitar tahun 1850 SM. Menurut sumber kuno, Firaun Necho II dan penakluk Persia Darius telah memulai dan kemudian meninggalkan pekerjaan pada proyek serupa.

Kanal tersebut seharusnya rampung pada abad ke-3 SM pada era Dinasti Ptolemeus. Bahkan Ratu Kerajaan Mesir Kuno terkemuka Cleopatra diyakini juga melewati terusan ini. Bedanya dengan Terusan Suez yang sekarang, terusan para Firaun ini memiliki rute memutar melalui gurun ke Sungai Nil, yang kemudian digunakan untuk mengakses Mediterania.

5. Dibangun Melalui Kerja Paksa dan Tenaga Mesin


Dibangun Melalui Kerja Paksa dan Tenaga Mesin
nara.getarchive.net

Pembangunan kanal ini membutuhkan tenaga besar. Pembangunan dimulai akhir 1861 dengan puluhan ribu petani menggunakan korek api dan sekop untuk menggali bagian awal kanal menggunakan tangan. Pembangunan sempat berhenti setelah penguasa Mesir Ismail Pasha tiba-tiba melarang penggunaan kerja paksa pada tahun 1863.

Ferdinand de Lesseps terpaksa harus mengubah strategi untuk mulai menggunakan sekop dan kapal keruk bertenaga uap dan batu bara yang dibuat khusus untuk menggali kanal. Metode ini membuahkan kemajuan pesat selama dua tahun konstruksi. Dari 75 juta meter kubik pasir yang dipindahkan selama pembangunan kanal utama, sekitar 3/4-nya ditangani alat berat.

6. Saksi Bisu Krisis Era Perang Dingin


Saksi Bisu Krisis Era Perang Dingin
Pixabay

Pada tahun 1956, Terusan Suez menjadi pusat perang yang terjadi antara Mesir dan pasukan gabungan yang terdiri dari Inggris, Prancis, dan Israel. Konflik berawal dari pendudukan militer Inggris di zona kanal, yang terus berlanjut bahkan setelah Mesir memperoleh kemerdekaan pada tahun 1922.

Ketegangan memuncak pada Juli 1956 ketika Presiden Mesir waktu itu Gamal Abdel Nasser menasionalisasi Terusan Suez. Hal ini memicu serangan pasukan gabungan. Namun pasukan ini mundur menyusul adanya Uni Soviet dan negara Pakta Warsawa lainnya yang mengancam akan membantu Mesir dan melancarkan serangan roket ke London, Paris, dan Tel Aviv.

7. Sempat Dirombak Besar-besaran di Tahun 2015


Sempat Dirombak Besar-besaran di Tahun 2015
Wikipedia/Andrew Shiva

Kondisi Terusan Suez sebagai kanal tersibuk di dunia tak sepadan dengan luas wilayahnya yang sempit dan dangkal sehingga tak cukup untuk menampung lalu lintas dua arah dari kapal tanker modern. Hingga perluasan dibuka tahun 2015 yang menyediakan saluran sepanjang 22 mil untuk kapal yang lewat.

Namun perbaikan itu tak cukup mencegah kapal kontainer setinggi 1.300 kaki dari Tiongkok terjebak hingga menyebabkan 100 kapal lainnya yang ada di setiap ujung arteri mandek. Kejadian ini berbuntut pada gangguan besar perdagangan global.

Bagaimana, menarik bukan untuk belajar sejarah dunia? Sejarah masa lalu tempat-tempat di dunia terkadang masih bisa dinikmati hingga sekarang. Seperti tempat-tempat relijius ini. Intip juga desa-desa yang memiliki pemandangan bak negeri dongeng di artikel ini, ya.

You can share this post!

Related Posts