3 Hal Utama Yang Disampaikan Presiden Jokowi Dalam Pertemuan KTT D-8
presidenri.go.id
Nasional
Pandemi Virus Corona

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 yang dihadiri oleh Presiden RI Jokowi, Kamis (8/4) kemarin, merupakan pertemuan ke-10 dan bertepatan dengan 24 tahun sejak didirikan pada 15 Juni 1997.

WowKeren - Pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Negara D-8 kembali digelar pada Kamis (8/4) kemarin. Presiden Joko Widodo turut hadir dalam pertemuan tersebut secara virtual di Istana Negara.

Negara Developing Eight Countries atau yang biasa disebut dengan D-8 merupakan kelompok negara berkembang yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Seperti sebutannya, D-8 beranggotakan delapan negara yakni Bangladesh, Indonesia, Iran, Malaysia, Mesir, Nigeria, Pakistan, dan Turki.

Dalam pertemuan KTT D-8 Presiden Jokowi menyampaikan beberapa hal terkait dengan krisis global akibat pandemi virus COVID-19. Berikut tiga hal utama yang disampaikan oleh Jokowi dalam pertemuan tersebut.

Pertama, D-8 harus terus dapat mendorong akses adil terhadap vaksin. "Ketersediaan dan keterjangkauan vaksin, merupakan kunci untuk keluar dari krisis ini," bunyi pernyataan Jokowi yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsuadi melalui konferensi pers di Istana Negara, Kamis (8/4).

Lalu mengajak negara-negara D-8 untuk menolak nasionalisme vaksin dan mendukung vaksin multilateral. Jokowi menyampaikan bahwa dunia harus bisa menggandakan produksi vaksin COVID-19.


"Ditegaskan oleh Bapak Presiden bahwa vaksin COVID-19 adalah barang publik global, oleh karenanya, dunia perlu bersatu untuk memproduksi dan mendistribusikan vaksin untuk semua," terang Jokowi. "Artinya, dunia harus dapat menggandakan kapasitas produksi, dan ini berarti tidak boleh ada restriksi terhadap produksi dan distribusi vaksin."

Lebih lanjut, Jokowi mengungkapkan D-8 dapat berperan dalam menawarkan kapasitas produksi yang dimilikinya untuk meningkatkannya, mendorong akses yang sama terhadap vaksin COVID-19, dan mentransfer teknologi. Maka dari itu, Jokowi mengharapkan negara D-8 bisa membuka kerja sama pengembangan vaksin COVID-19.

"Beberapa dari negara D-8 termasuk Indonesia, saat ini tengah mengembangkan produksi vaksin mandiri, atau vaksin Merah Putih dalam hal Indonesia," lanjut Jokowi. "Untuk itu, D-8 harus membuka kerja sama, pengembangan dan produksi vaksin ke depan."

Kedua, D-8 harus berkontribusi dalam pemulihan ekonomi global. "Dengan potensi perdagangan antar negara anggota yang melebihi USD 1,5 triliun, D-8 dapat berkontribusi besar dalam pemulihan ekonomi global," tambahnya.

Ketiga, D-8 harus dapat mengembangkan teknologi digital. "Presiden menyampaikan digitalisasi Artificial Intelligence Computing Power Big Data dan Data Analytics telah melahirkan terobosan-terobosan baru," tutup Jokowi.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts