Kesal Lantaran Halangi Jalur Traktor, Petani Ini Tak Sengaja Pindahkan Batu Pembatas Negara
pixabay.com/Ilustrasi
SerbaSerbi

Kejadian bermula ketika penggemar sejarah lokal berjalan di hutan. Ia melihat bahwa batu yang menandai batas antara Belgia dengan Prancis berpindah sejauh 2,29 meter

WowKeren - Seorang petani di Belgia secara tak sengaja telah memindahkan batu patok yang menjadi batas wilayah suatu negara. Tak ayal hal ini pun sempat menimbulkan keributan kecil.

Kejadian bermula ketika seorang penggemar sejarah lokal tengah berjalan di hutan. Ia melihat bahwa batu yang menandai batas antara Belgia dengan Prancis berpindah sejauh 2,29 meter dari tempat biasanya.

Adapun motif petani tersebut memindahkan batu lantaran batu tersebut dianggap menghalangi jalur traktornya. Namun ia tidak menyangka jika upayanya untuk menggeser batu itu rupanya berdampak signifikan, bukan lagi urusan antar tetangga namun melibatkan negara.

Meski terdengar sepele namun upaya memindahkan batu bisa memberikan dampak yang besar, mengingat ini adalah batas dua negara. Beruntung, kejadian itu tak sampai menimbulkan keributan internasional. Sebaliknya, peristiwa ini justru disambut dengan senyuman. "Dia membuat Belgia lebih besar dan Prancis lebih kecil, itu bukan ide yang bagus," kata David Lavaux, walikota desa Erquelinnes di Belgia, kepada saluran TV Prancis TF1.


Perbatasan antara Prancis dan tempat yang sekarang disebut Belgia membentang sepanjang 620 km (390 mil). Adapun perbatasan itu didirikan di bawah Perjanjian Kortrijk, ditandatangani pada tahun 1820 setelah kekalahan Napoleon di Waterloo lima tahun sebelumnya. Sambil berkelakar, walikota Belgia mengatakan dirinya senang karena wilayahnya bertambah sedikit luas.

"Saya senang, kota saya lebih besar," tambah walikota Belgia sambil tertawa. "Tapi Walikota Bousignies-sur-Roc tidak setuju."

Senada, wali kota di Prancis pun juga melontarkan candaan serupa. "Kita harus bisa menghindari perang perbatasan baru," kata walikota tetangga desa Prancis Aurélie Welonek, kepada La Voix du Nord.

Otoritas lokal Belgia berencana untuk menghubungi petani tersebut. Mereka akan memintanya mengembalikan batu pembatas tersebut ke lokasi aslinya. Jika itu tidak terjadi, maka kasus ini bisa berakhir di kementerian luar negeri Belgia, yang harus memanggil komisi perbatasan Prancis-Belgia.

Jika petani tersebut enggan menuruti perintah itu maka dia bisa dijatuhi hukuman pidana. "Jika dia menunjukkan niat baik, dia tidak akan mendapat masalah, kami akan menyelesaikan masalah ini secara damai," kata Lavaux kepada situs berita Belgia, Sudinfo.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts