Mengira Pandemi Bertahan Cuma 3 Bulan, Ustadz Solmed Nekat Lanjut Bangun Villa
Instagram/ustad_solmed
Selebriti
Seleb vs Corona

Ustadz Solmed kembali mengungkap cerita mengenai kesusahan ekonomi yang ia alami selama masa pandemi Covid-19. Ustadz Solmed ternyata sempat mengira bahwa pandemi tak akan bertahan lama.

WowKeren - Ustadz Solmed baru-baru ini jujur mengenai kondisi keungaannya yang memburuk selama masa pandemi Covid-19. Ustadz Solmed pun bercerita bahwa kala itu dirinya sedang dalam proses pembangunan villa untuk usaha. Keuangannya sudah menipis, tapi diperparah dengan kedatangan Pandemi yang tak disangka.

"Ini yang perlu diketahui, saya kan lagi bangun villa. Buat usaha juga. Nah kita kan ada rejeki nih, ini belum ada Pandemi. Jadi setiap kali ada acara, ada rejeki, kita limpahkan ke pembangunan," ujar Ustaz Solmed dilansir dari Detik.com, Senin (10/50.

Gara-gara pandemi, Ustadz Solmed pun juga mengalami pemutusan kontrak kerja. Hal itu tentu semakin memperburuk kondisi keuangannya.

"Kalau pun megang ya tidak banyaklah, untuk bayar utang, makan dan gaji karyawan, ini itu dan lain sebagainya. Tiba-tiba Pandemi, cancel semua acara. Kontrak saya juga putus dong, setelah Pak Budi Karya kena Covid," jelasnya.

Ustaz Solmed menyebut uang yang diperolehnya saat itu hampir semuanya ditujukan untuk pembangunan villa. Bahkan, mobil mewah miliknya terpaksa dijual demi menutupi kekurangan.


"Duit udah lari semua, lari ke semen, lari ke mana-mana. Sampai akhirnya ada beberapa bagian tabungan yang saya masih punya. Uang simpenanlah ya, plus saya jual mobil saat itu BMW," beber suami April Jasmine tersebut.

Meski menghadapi kesulitan, Ustaz Solmed tetap optimis pembangunan itu akan selesai. Terlebih, keuangannya akan semakin kacau balau jika proses pembangunan dihentikan. Selain itu, Ustadz Solmed juga positive thinking jika pandemi hanya akan bertahan hingga 3 bulan saja.

"Terus saya bilang sama bini mau dilanjut atau nggak. Kita masih berbaik sangka, 'lanjut aja deh paling Pandemi 3 bulan'. Akhirnya sebagian uang tabungan itu kita alihkan ke bangunan lagi. Karena kalau ngak dilanjutkan hancur bangunan itu kan. Mulai ulang lagi dan itu pasti rugi," ungkap Ustaz Solmed.

Ustaz Solmed mengaku tak ada satu pun yang tahu kesulitannya sebagai pelaku usaha. Bahkan, semua karyawan yang dipekerjakannya tetap mendapatkan gaji utuh dan bonus Lebaran.

"Akhirnya pelan-pelan kita cicil sambil jalan. Kemudian lama-lama nipis. Karyawan kan nggak ada yang saya keluarin tuh, gaji utuh, bonus lebaran, nggak ada yang tahu. Mereka nggak tahu perjuangan kita untuk jualan," pungkas Ustaz Solmed.

(wk/amel)

You can share this post!

Related Posts