Kim Jong Un Larang Pemakaian Skinny Jeans, Khawatir Rezimnya Bakal Digulingkan
pixabay.com/Ilustrasi
Dunia

Sebuah surat kabar di Korea Utara berbicara mengenai prinsip, yang mengatakan bahwa gaya hidup bisa memainkan peranan yang lebih penting untuk mengubah suatu negara.

WowKeren - Diktator Korea Utara Kim Jong Un telah mengambil langkah yang cukup menuai sorotan. Ia dilaporkan telah melarang pemakaian celana skinny jeans sebagai upaya untuk mengendalikan kaum pemuda di sana.

Tak hanya soal berpakaian, namun ia juga mengatur gaya rambut. Warga Korut dilarang memiliki gaya rambut mullet lantaran ia takut dengan pengaruh Barat yang dekaden pada pemuda di negara itu. Yang mana, ia khawatir jika pengaruh kapitalistik ini dapat meruntuhkan rezimnya.

Jeans robek dan skinny, serta potongan rambut bergaya metal, semuanya dipandang sebagai tanda "invasi gaya hidup kapitalistik". Kim tampaknya kian cemas jika dirinya bakal digulingkan. Ia bahkan sebelumnya mengatakan bahwa orang yang kedapatan memiliki mode aneh harus dikirim ke kamp kerja paksa.

Surat kabar negara itu, The Rodong Sinmun, sebuah organ dari Partai Pekerja yang berkuasa di negara itu, meluncurkan seruan baru agar barang-barang semacam itu dijauhkan. Sebab mode atau sesuatu yang berkaitan dengan hal itu dikhawatirkan akan membuat negara runtuh seperti tembok yang rapuh.


Surat kabar tersebut lebih jauh berbicara mengenai prinsip, yang mengatakan bahwa gaya hidup bisa memainkan peranan yang lebih penting untuk mengubah suatu negara. Tak peduli seberapa kuatnya pertahanan maupun kekuatan ekonomi yang dimiliki.

"Sejarah mengajarkan kita pelajaran penting bahwa sebuah negara bisa menjadi rentan dan akhirnya runtuh seperti tembok lembap," tulis surat kabar itu. "Terlepas dari kekuatan ekonomi dan pertahanannya jika kita tidak berpegang pada gaya hidup kita sendiri."

Sehingga hal-hal semacam itu perlu diwaspadai dampaknya oleh negara. "Kita harus waspada bahkan pada tanda sekecil apapun dari gaya hidup kapitalistik dan berjuang untuk menyingkirkannya," lanjut tulisan itu melansir Mirror UK.

Menurut Kantor Berita Yonhap, rezim Kim telah memberlakukan hukuman yang lebih keras bagi mereka yang memiliki video yang dibuat di Korea Selatan. Selain itu, negara tersebut juga melarang tindik dan rambut yang diwarna.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts