AS Tegas Simpulkan Wabah COVID-19 dari Kebocoran Lab Wuhan, Tiongkok Angkat Bicara
Pixabay/Oliver Kr├╝ger
Dunia
Pandemi Virus Corona

Laporan terbaru AS menarik kesimpulan wabah COVID-19 kemungkinan besar berasal dari kebocoran laboratorium. Kedubes Tiongkok untuk AS pun angkat bicara soal tudingan tersebut.

WowKeren - Kebocoran laboratorium virologi Wuhan kembali diklaim sebagai penyebab wabah COVID-19 yang kini meluas di berbagai penjuru dunia. Dugaan ini kembali menguat setelah muncul berbagai "bukti" baru seperti peneliti laboratorium yang konon mencari perawatan di rumah sakit sebelum wabah melanda, hingga pasien nol COVID-19 yang diduga bertempat tinggal tak jauh dari pusat penelitian tersebut.

Atas berbagai temuan itulah Amerika Serikat kemudian meyakini bahwa wabah COVID-19 benar berasal dari kebocoran laboratorium. Penelitian yang dilakukan sejak Mei 2020 di Lawrence Livermore National Laboratory di California ini menilai alasan kebocoran lab sangat mungkin terjadi dan mendesak agar dilakukan investigasi lebih jauh, demikian dikutip dari Wall Street Journal, Senin (7/6).

Keyakinan ini pun memicu reaksi keras dari Kedutaan Besar Tiongkok di AS. Juru bicara lembaga tersebut menilai semua tudingan yang kini dialamatkan ke Tiongkok sudah "tercemar" oleh motif politis.

"Beberapa orang telah memainkan trik lama (yang bersifat) politis tentang penelusuran asal-usul COVID-19 di dunia," tutur sang juru bicara, dikutip dari Shafaq, Selasa (8/6). "Kampanye kotor dan pengalihan kesalahan kembali muncul. Begitu pula teori konspirasi kebocoran lab muncul kembali."


Tiongkok menegaskan telah bekerja sama dengan internasional terkait investigasi penyebab wabah COVID-19. "Kami telah menyerukan kerja sama internasional atas dasar menghormati fakta dan sains, dengan tujuan untuk mengatasi epidemi yang tidak terduga dengan lebih baik di masa depan," tegasnya.

Tiongkok menyayangkan upaya mempolitisasi penelusuran asal-muasal wabah. Pasalnya tak hanya berpotensi mempersulit investigasi tetapi juga dapat secara serius menghambat kerjasama internasional terkait penanganan pandemi.

"Karena rasa tanggung jawab terhadap kesehatan umat manusia," ungkap Tiongkok. "Kami mendukung studi komprehensif dari semua kasus awal COVID-19 yang ditemukan di seluruh dunia dan penyelidikan menyeluruh ke beberapa pangkalan rahasia dan laboratorium biologi di seluruh dunia."

"Studi dan investigasi tersebut harus penuh, transparan dan berbasis bukti," imbuhnya. "Dan harus sampai ke dasar untuk membuat semuanya menjadi jelas."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts