WHO 'Tak Puas' G7 Cuma Sumbang 1 Miliar Vaksin COVID-19: Kita Butuh Lebih Banyak dan Lebih Cepat
Twitter/KemenkesRI
Dunia
Vaksin COVID-19

Meski negara G7 mengungkap komitmen mereka menyumbang miliaran dosis vaksin COVID-19, WHO mengingatkan angka tersebut masih jauh dari kebutuhan di lapangan.

WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) turut menanggapi rencana negara-negara G7 menyumbang hingga 1 miliar dosis vaksin COVID-19 ke seluruh dunia. Sebagai pengingat, rencana ini dikemukakan negara G7 dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang digelar di Inggris beberapa waktu lalu.

Meski menyambut baik rencana tersebut, WHO menilai jumlah vaksin COVID-19 yang dibutuhkan dunia jauh lebih banyak daripada angka tersebut. "Kita memerlukan lebih banyak dan harus lebih cepat," tegas Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, di Jenewa, Swiss, pada Senin (14/6) waktu setempat.

Menurut Tedros, setidaknya agar pandemi COVID-19 bisa berakhir sebelum KTT G7 di Jerman tahun depan, diperlukan sekitar 11 miliar dosis vaksin COVID-19. Karena itulah, meski WHO menyambut baik rencana negara G7 menyumbang sejumlah besar vaksin, tetap saja diperlukan lebih banyak dosis lagi agar pandemi bisa segera teratasi.

"Saat ini, virus (Corona) sudah bergerak lebih cepat daripada distribusi vaksin global," jelas Tedros, dikutip dari United Press International, Selasa (15/6). Bukan cuma dari segi jumlah, Tedros menegaskan bahwa pandemi bisa segera teratasi jika vaksin-vaksin COVID-19 itu diedarkan ke daerah yang tepat dan dalam waktu secepat-cepatnya.


Tingkat urgensi kebutuhan vaksin COVID-19 ini meningkat di tengah "kejaran" varian-varian baru virus Corona yang juga berpengaruh terhadap efikasi vaksin. Situasi ini juga diperburuk dengan bertambahnya gerakan penolakan pemakaian masker di beberapa daerah seperti Afrika misalnya, sehingga meski jumlah kasus positif menurun namun angka kematian COVID-19 dunia masih terus meningkat.

Secara khusus, Dirjen WHO itu menyoroti angka kematian COVID-19 di Afrika yang merupakan tertinggi di dunia. Pasalnya jumlah kasus kritis COVID-19 di Afrika cukup rendah dibandingkan negara lain, namun yang akhirnya meninggal dunia karena infeksi saluran pernapasan ini juga semakin banyak.

"Lebih dari 10 ribu orang (di Afrika) meninggal setiap hari. Komunitas ini memerlukan vaksin, dan mereka membutuhkannya sekarang, bukan tahun depan," tegas Tedros lagi.

Walau berharap bisa mendapat uluran tangan berupa donasi vaksin COVID-19 lebih banyak, WHO tetap mengapresiasi langkah negara-negara G7 sebagai "kesepakatan dasar". "Ini adalah momen penting (yang menunjukkan) solidaritas global dan langkah vital untuk mendorong mereka yang riskan, di manapun, untuk mendapat perlindungan," ujar Direktur Eksekutif Aliansi Vaksin, Dr Seth Berkley, yang bekerja sama dengan Fasilitas COVAX oleh WHO.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts