Sejumlah Penonton Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Seorang Pengunjuk Rasa Terjun Payung ke Stadion
Unsplash /kriti tara
Dunia

Juru bicara Greenpeace Benjamin Stephan telah mengonfirmasi insiden tersebut. Ia mengatakan jika penerjun payung itu terpaksa mendarat di stadion karena masalah teknis.

WowKeren - Sebuah insiden terjadi menjelang pertandingan sepak bola Jerman dan Prancis di Jerman. Beberapa saat sebelum pertandingan dimulai, seorang pemrotes melakukan terjun payung ke Allianz Arena di Munich, Jerman.

Dia terlihat terbang masuk ke lingkungan stadion dan berayun dengan berbahaya di dekat pendukung di tribun, sebelum akhirnya mendarat di lapangan sepak bola. Dalam sebuah pernyataan kepada CNN, badan sepak bola Eropa UEFA mengatakan jika tindakan ini bisa menimbulkan konsekuensi yang serius.

"Tindakan ceroboh ini bisa memiliki konsekuensi yang sangat serius bagi sejumlah besar orang yang hadir," kata mereka. "Menyebabkan cedera pada beberapa orang yang menghadiri pertandingan yang sekarang berada di rumah sakit."

Mereka juga mengatakan jika tindakan ini akan dibawa ke jalur hukum. "Otoritas hukum akan mengambil tindakan yang diperlukan," tambah UEFA.


Cedera tak hanya dialami oleh para pengunjung stadion, pemrotes tersebut juga segera mendapat perawatan medis setelah mendarat ke lapangan. Ia kemudian diantar oleh petugas keamanan. Parasut itu memiliki slogan tertulis di atasnya yang berbunyi "Kick out oil!". Selain itu, nama organisasi lingkungan Greenpeace juga tertulis sana.

Juru bicara Greenpeace Benjamin Stephan telah mengonfirmasi insiden tersebut. Ia mengatakan jika pengunjuk rasa itu terpaksa mendarat di stadion karena masalah teknis.

Stephan mengatakan bahwa penerjun seharusnya terbang di atas stadion dan menjatuhkan bola lateks dengan pesan protes ke lapangan. Namun, karena adanya "kesulitan teknis", pemrotes itu "terpaksa mendarat di stadion". "Kami sangat menyesalkan hal ini," tambah Stephan.

Greenpeace menjelaskan bahwa parasut itu bertujuan untuk memrotes sponsor Euro 2020 Volkswagen dan ketergantungan mereka pada mobil yang menggunakan bahan bakar fosil. Namun mereka memastikan jika protes itu tidak pernah ditujukan untuk mengganggu jalannya pertandingan apa lagi melukai orang-orang di lapangan.

Kami berharap semua orang baik-baik saja dan tidak ada yang terluka parah," kata mereka. "Aksi Greenpeace selalu damai dan tanpa kekerasan. Sayangnya, tidak semuanya berjalan sesuai rencana dengan kampanye ini."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts