Dianggap Aneh dan Konyol, Polka-Dot Man 'The Suicide Squad' Ternyata Punya Cerita Tragis!
DC Comics
Film

Dalam komik, Polka-Dot Man, alias Abner Krill, adalah penjahat yang terkait dengan Batman. Karakter itu menggunakan teknologi yang dimasukkan ke dalam kostumnya.

WowKeren - Sutradara "The Suicide Squad" buka suara menjelaskan alasan hadirnya Polka-Dot Man ke dalam film tersebut. Karakter tersebut diperankan oleh David Dastmalchian.

Dari lokasi syuting "The Suicide Squad", Games Radar berbicara dengan James Gunn dan Dastmalchian tentang film tersebut. Secara khusus, Gunn berbicara tentang bagaimana dia menemukan karakter DC dari Polka-Dot Man. Meski menyebutnya sebagai "karakter DC paling bodoh sepanjang masa," Gunn mengatakan betapa dia menikmati membawa lebih banyak substansi ke peran itu.

"Polka-Dot Man memang hebat, tapi saya pikir saya membutuhkan karakter yang dianggap sebagai salah satu yang paling bodoh yang pernah ada," kata Gunn. "Jadi saya browsing online, 'Siapa karakter DC paling bodoh sepanjang masa?' dan itu adalah Polka-Dot Man."

Ia melanjutkan, karakter tersebut memiliki cerita yang tragis. Ini dihadirkan untuk menambah kedalaman karakter yang dianggap paling konyol.


"Kami telah mengubah karakter yang sedih, karakter menyedihkan menjadi karakter yang depresi karena orang-orang berpikir dia bodoh," kata Gunn lagi. Dia memiliki cerita yang sangat tragis yang Anda pelajari di sepanjang film. Menambah kedalaman karakter yang dianggap paling konyol adalah hal yang menyenangkan untuk saya lakukan."

Dalam komik, Polka-Dot Man, alias Abner Krill, adalah penjahat yang terkait dengan Batman. Karakter itu menggunakan teknologi yang dimasukkan ke dalam kostumnya. Polka-Dot yang dia kenakan dikendalikan melalui ikat pinggangnya.

Ketika dilepas, mereka tumbuh dalam ukuran dan dapat berubah menjadi objek yang berbeda. Misalnya, dia bisa mengubahnya menjadi benda-benda termasuk gergaji, piring terbang, di antara benda-benda lainnya. Dia dianggap bukan penjahat yang sangat populer, mengingat konsep karakternya sangat konyol dan ketinggalan jaman.

Ini bukan pertama kalinya Gunn bekerja dengan konsep karakter yang bisa dianggap konyol namun berhasil menerjemahkannya dengan baik ke layar. Saat membuat "Guardians of the Galaxy", dia membawa rakun yang bisa berbicara (Rocket Raccoon) dan pohon (Groot) ke layar lebar dengan cara yang sangat sukses.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts