Tilda Swinton Buka Suara Usai Perannya di 'Doctor Strange' Tuai Kontroversi
Film

Tilda Swinton mengungkap perasaannya, termasuk memuji Feige atas pengakuan dan penyesalannya terkait pilihan yang dibuat tentang penampilan karakter tersebut.

WowKeren - Kritik dan komentar memang tak bisa lepas dari produksi suatu film. Tak terkecuali dengan "Doctor Strange".

Ketika karakter Marvel dari The Ancient One, seorang pria Tibet dalam komik, diperkenalkan di "Doctor Strange", muncul kritik tentang whitewashing yang dilakukan oleh Kevin Feige dan rekannya. Whitewashing adalah ketika karakter yang seharusnya diperankan oleh orang non kulit putih justru direpresentasikan oleh aktor kulit putih.

The Ancient One diperkenankan oleh Tilda Swinton. Hal ini pun membuat tak sedikit penggemar yang marah pada Marvel Studios karena menggunakan aktor kulit putih. Feige sejak itu berbicara tentang bagaimana dia menyesali keputusan untuk memilih Swinton dalam peran tersebut.

Sang aktris pun buka suara mengenai kontroversi ini. Ia mengungkap perasaannya, termasuk memuji Feige atas pengakuan dan penyesalannya atas pilihan yang dibuat tentang penampilan karakter tersebut di layar. Dalam sebuah wawancara dengan Variety, Swinton menyebut bahwa dirinya bahkan juga sempat bertanya-tanya waktu itu.


"Saya ingat pada saat itu bertanya-tanya, dan memikirkan tanggapan publik terhadap gagasan bahwa seorang perempuan Skotlandia akan memainkan karakter ini," ujarnya. "Saya juga menyadari bahwa tidak ada perlawanan sama sekali, ada sambutan luas yang bergeser pada titik tertentu, untuk alasan yang sangat bagus yang membuat saya sangat bersimpati."

Adapun Feige sebelumnya membahas kontroversi ini ketika berbicara dengan majalah Men's Health. Saat mempromosikan "Shang-Chi and The Legend of The Ten Rings" ia mengatakan bahwa Marvel berusaha untuk merangkul para aktor dari berbagai etnis.

Situasi rumit di film dan di TV saat ini adalah masalah yang memecah belah, dan berpotensi menghentikan produksi. Studio dan pembuat film berusaha menyenangkan semua orang dengan menghadirkan kembali karakter yang sebelumnya berkulit putih dengan melibatkan aktor kulit hitam atau Asia.

Sebagian besar peran laki-laki diambil alih oleh aktor perempuan, ini tidak cocok dengan beberapa orang. Demikian juga kegagalan untuk memasukkan etnis minoritas ke dalam peran di mana karakter diciptakan sebagai karakter minoritas membawa mereka ke berbagai keluhan.

(wk/zodi)

You can share this post!