Laporkan Puluhan Kasus Komunitas Baru, Pembatasan Di Sydney Makin Diperketat
AFP
Dunia
Pandemi Virus Corona

Sydney, Australia, semakin memperketat pembatasan kegiatan masyarakat usai melaporkan puluhan kasus komunitas baru. Seperti yang diketahui, pandemi COVID-19 masih dihadapi oleh banyak negara di dunia.

WowKeren - Angka COVID-19 di negara-negara dunia saat ini masih menunjukkan jumlah yang tinggi, bahkan di antaranya menerapkan penguncian wilayah atau lockdown. Kebijakan tersebut diambil sebagai upaya untuk menekan angka penyebaran COVID-19.

Salah satu negara yang hingga saat ini masih menerapkan lockdown adalah Australia, khususnya di Sydney. Sebelumnya, Sydney telah menerapkan lockdown imbas dari lonjakan kasus COVID-19 varian Delta.

Kini, pihak berwenang Australia semakin memperketat pembatasan di Sydney usai melaporkan 44 kasus komunitas baru. Angka kasus baru ini merupakan jumlah penambahan terbesar selama pandemi menyerang Sydney.

Perdana Menteri Negara Bagian New South Wales Gladys Berejiklian mengatakan bahwa pembatasan baru yang akan diterapkan adalah akan membatasi jumlah orang yang berolahraga bersama menjadi dua. Kemudian, para olahragawan harus tetap berada di dekat rumah dalam melakukan aktivitasnya.


Lebih lanjut, jumlah pelayat di pemakaman juga akan dibatasi menjadi 10 orang dan mulai berlaku pada Minggu (11/7). Negara bagian itu menghadapi ujian paling menakutkan selama pandemi berlangsung. Maka dari itu, kemungkinan besar pihak berwenang akan memperpanjang lockdown hingga pekan depan.

Dalam perpanjangan lockdown tersebut, tidak jauh berbeda dengan sebelumnya yakni melarang masyarakat untuk keluar rumah jika tidak memiliki kepentingan darurat. Selain itu, pihak berwenang juga akan mengerahkan sekitar 100 petugas kepolisian tambahan untuk memastikan masyarakat menaati peraturan dengan disiplin.

Sebagai informasi, varian Delta memasuki Sydney pada saat seorang pengemudi limusin dinyatakan positif pada 16 Juni lalu. Sopir tersebut diduga terinfeksi saat membawa penumpang awak pesawat Amerika Serikat (AS) dari Bandara Sydney.

Seperti yang diketahui, varian Delta ini merupakan jenis COVID-19 yang sangat agresif dan penularannya sangat cepat dibandingkan varian lainnya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri telah mengatakan bahwa varian Delta telah menyebar di banyak negara-negara dunia.

Selain lockdown, upaya lainnya yang tengah dilakukan oleh banyak negara yang melawan pandemi COVID-19 adalah vaksinasi. Vaksinasi dinilai efektif dalam melawan pandemi COVID-19.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts