Isoman COVID-19 Jangan Sembarangan, Ini Panduan Makanan dan Obat Menurut Dokter
Pixnio
Health
COVID-19 di Indonesia

Pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri harus memerhatikan betul aktivitas, asupan makanan, hingga suplemen dan vitaminnya, seperti anjuran dokter berikut ini.

WowKeren - Kini pasien positif COVID-19 tidak harus menjalani perawatan di rumah sakit alias bisa menjalani prosedur isolasi mandiri. Namun tentu saja isoman harus dilakukan dengan baik dan benar serta sesuai panduan dokter, pasalnya kini juga banyak pasien isoman yang berakhir meninggal dunia.

Yang wajib dipahami terlebih dahulu, pasien COVID-19 yang boleh isoman adalah yang tanpa gejala atau bergejala ringan. Dan dijelaskan dokter spesialis paru Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc SpP(K), obat-obatan serta vitamin yang dikonsumsi pasien isoman harus sesuai saran dokter.

"Jika tidak ada gejala, cukup vitamin C, vitamin D, dan obat penyakit penyerta jika memilikinya," terang Erlina dalam sebuah webinar pada Jumat (2/7) lalu. Beberapa obat untuk gejala ringan seperti parasetamol pereda demam juga dianjurkan oleh Erlina.

Sedangkan dokter spesialis gizi klinik, Maria Ingrid Budiman, SpGK, mengingatkan bahwa ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari selama isoman. Yang utama adalah makanan mengandung gula, garam, dan berminyak demi mencegah terjadinya peradangan pada pasien COVID-19.

"Semua yang mengandung gula, baik dari makanan atau minuman manis. Itu bikin parah risiko peradangan," ujar Ingrid, Jumat (9/7). "Ada abon atau dendeng yang dimasak pakai gula, penggunaan kecap manis juga itu tinggi gula."


Bahkan beberapa makanan seperti sup, bakso, hingga sayur tumis juga sebaiknya dihindari. Sebab makanan-makanan tersebut juga banyak minyak dan lemak yang berpotensi menyebabkan peradangan.

"Sup kan ada yang banyakan minyaknya, bakso juga kadang-kadang orang ditambahin lemak sapi, itu kan memperparah peradangan, makanan yang digoreng itu atau gorengan, tinggi banget kandungan lemaknya," terangnya.

Begitu pula dengan makanan-makanan yang gurih dan asin. Meski bisa mendongkrak nafsu makan selama positif COVID-19, namun kandungan natrium yang tinggi harus dihindari agar tidak menimbulkan peradangan.

"Yang harus kita hindari itu sebenarnya kandungan natriumnya," jelasnya. "Kandungan garam itu bisa kita temukan di buah kalengan, karena pengawetnya pakai natrium. Soda kue juga tinggi natrium, walaupun itu kue manis."

Karena itulah, lebih baik bila memasak sendiri makanan selama menjalani isoman. Sementara itu terdapat beberapa aktivitas lain yang harus dilakukan selama isoman, seperti berjemur, olahraga ringan, hingga memeriksa suhu tubuh dan saturasi oksigen secara berkala.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts