Niat Beli Bubur Ayam Favorit, Tantri Kotak ‘Sesak’ Sedih Dengar Pengakuan Ketakutan Sang Penjual
instagram/tantrisyalindri
Selebriti

Tantri Kotak dibuat nyesek saat mendengar keluh kesah sang penjual yang takut akan hal ini saat ia dan suami datang niat membeli bubur ayam favorit, sang vokalis: sesak.

WowKeren - Tantri Kotak baru-baru ini membagikan sebuah kisah yang begitu menyentuh tentang kondisi pandemi saat ini. Khususnya aturan PPKM yang begitu berdampak pada masyarakat kalangan menengah ke bawah, salah satunya para pedagang kaki lima.

Hal ini disampaikan Tantri sembari mengunggah foto candid saat ia berada di depan gerobak bubur ayam favoritnya. Tantri terlihat berdiri dengan sang suami menunggu pesanannya. Melalui unggahan itu, Tantri meluapkan unek-uneknya.

Tantri yang prihatin mengaku kasihan dengan nasib para pedagang kaki lima yang terkena dampak aturan PPKM saat ini. Hal ini rupanya ia rasakan berkaca pada masa lalu dan pengalaman pribadinya dulu yang pernah merasakan susahnya menjadi pedagang.

Kesedihan Tantri seolah semakin berlipat ganda saat ia mendatangi penjual bubur ayam favoritnya. Pasalnya saat ia datang, Tantri melihat sang penjual tengah terburu-buru membereskan dagangannya. Saat itu lah Tantri yang berniat membeli mengaku langsung “sesak” mendengar pengakuan sang penjual.


Bagaimana tidak meski tengah kedatangan pembeli yakni Tantri dan suami, sang penjual justru mengaku ketakutan. Pedagang bubur favorit Tantri ini rupanya takut jika tak segera tutup maka dagangannya akan terkena razia PPKM.

Semalam jam 20.45 saya cari bubur ayam favorit, mereka tergesa2 mau nutup dagangannya pdahal buburnya masih BANYAK BGT! Ada kalimat yang bikin saya sesak, ‘maaf mba saya harus tutup takut diambil gerobaknya saya ga bisa jualan besok’ duuhhhh!” cerita Tantri.

Vokalis cantik ini pun berharap jika keluh kesah pedagang seperti penjual bubur ini terdengar. Salah satunya dengan cara aparat agar lebih baik lagi saat mendisiplinkan para pedagang. “Semoga para aparat yang juga bekerja di lapangan untuk mendisiplinkan punya cara yang lebih elegan karena kita sama2 berjuang. Semangat para pencari rejeki,” tandasnya.

Sebelumnya Tantri sendiri tak hanya bercerita soal masa lalu tapi juga bersuara perihal aturan PPKM yang diberlakukan saat ini. Ia menilai jika larangan pedagang berjualan di jam malam terasa kurang pas. Alih-alih Tantri menyarankan jika para pembeli yang seharusnya diedukasi agar lebih disiplin tak membuat kerumunan saat membeli di pedagang kaki lima.

Saya ngerasain banget susahnya jadi pedagang, pendapatan yang fluktuatif, buang makanan sisa klo ga laku, dan pernah buntung daripada untung. Melihat kondisi saat ini yang berjuang untuk dpt upah harian tapi harus menutup dagangan mereka di jam malam, dimana banyak orang yang suka makan malam rasanya kurang pas, saya jarang bersuara untuk hal ini, tapi saya tergelitik untuk mengungkapkan perasaan saya,” ujar Tantri Kotak. “Yang salah bukan dagangannya, mereka berjuang mencari nafkah untuk keluarga, hanya tinggal mengedukasi orang yang beli tanpa harus makan di tempat mungkin lebih tepat dibanding harus menutup dagangan karena terlihat ada kerumunan. Take away, ojek online bisa membantu dagangan mereka bahkan tetap bisa membantu ekonomi para ojol.

Unggahan Tantri pun direspons positif oleh banyak netizen yang sepakat dengan pendapatnya. Mereka berharap nasib para pedagang yang terkena imbas PPKM mendapatkan perhatian dari pemerintah.

(wk/sept)

You can share this post!

Related Posts