Inggris Cabut Aturan Pembatasan COVID-19 Meski Catat Sekitar 50 Ribu Kasus Per Hari
Dunia
Pandemi Virus Corona

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pun mendesak masyarakat untuk tetap berhati-hati dan mengimbau warga untuk segera mendapatkan vaksinasi COVID-19 secara penuh.

WowKeren - Pemerintah Inggris mencabut pembatasan kehidupan sehari-hari terkait pandemi COVID-19 pada Senin (19/7) hari ini. Sejak Minggu (18/7) tengah malam, kelab malam kembali dibuka dan venue indoor diizinkan untuk beroperasi dalam kapasitas maksimal.

Mandat hukum yang mencakup pemakaian masker serta aturan bekerja dari rumah (work from home) juga dibatalkan. Langkah ini lantas dikecam oleh pihak ilmuwan dan partai oposisi sebagai "lompatan berbahaya".

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pun mendesak masyarakat untuk tetap berhati-hati dan mengimbau warga untuk segera mendapatkan vaksinasi COVID-19 secara penuh. Meski tingkat infeksi COVID-19 harian Inggris kini berada di angka 50 ribuan, PM Johnson tetap membela langkah pencabutan pembatasan tersebut.

"Jika kita tidak melakukannya sekarang, maka kita baru akan membuka diri di musim gugur, bulan-bulan musim dingin, ketika virus memiliki keuntungan dari cuaca dingin," ungkap PM Johnson dalam sebuah pesan video. "Jika kita tidak melakukannya sekarang, kita harus bertanya pada diri sendiri, kapan kita akan melakukannya? Jadi ini adalah saat yang tepat, tetapi kami harus melakukannya dengan hati-hati."


Sementara itu, juru bicara kesehatan oposisi Partai Buruh, Jonathan Ashworth, menyatakan langkah pemerintah tersebut "sembrono". Menurutnya, para ahli telah menyatakan bahwa pembukaan kembali akan membahayakan kesehatan global.

"Kami menentang pembukaan tanpa tindakan pencegahan apa pun," tegas Ashworth kepada televisi BBC.

Sementara itu, Inggris sendiri telah melihat kesuksesan program vaksinasi COVID-19. Kini setiap orang dewasa di Inggris telah menerima setidaknya satu dosis vaksin COVID-19. Dengan kesuksesan program vaksinasi tersebut, pemerintah pun menyatakan bahwa setiap risiko perawatan di rumah sakit dapat kelola.

Namun profesor Neil Ferguson dari Imperial College London memperingatkan bahwa Inggris kini berpotensi mencatatkan 100 ribu kasus COVID-19 per hari. Pasalnya, Varian Delta tak terkendali.

"Pertanyaan sebenarnya adalah, apakah kita bisa menggandakannya atau bahkan lebih tinggi?" ujar Ferguson kepada BBC. "Kita bisa mendapatkan 2.000 rawat inap sehari, 200 ribu kasus sehari, tetapi itu jauh lebih tidak pasti."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts