Great Barrier Reef Australia Lolos Dari Daftar 'Dalam Bahaya' yang Diusulkan UNESCO
Unsplash/Kristin Hoel
Dunia

Sebelumnya, UNESCO telah merekomendasikan agar Komite Warisan Dunia memasukkan Great Barrier Reef ke dalam daftar 'Dalam Bahaya' karena suhu laut yang terus meningkat.

WowKeren - Great Barrier Reef di Australia berhasil mempertahankan status Warisan Dunia UNESCO. Australia mengumpulkan cukup banyak dukungan internasional untuk mempertahankan status tersebut setidaknya selama dua tahun ke depan.

UNESCO telah merekomendasikan agar Komite Warisan Dunia memasukkan Great Barrier Reef ke dalam daftar "Dalam Bahaya" karena suhu laut yang terus meningkat. Daftar "dalam bahaya" tersebut hanya selangkah dari kehilangan semua status Warisan Dunia.

Namun amandemen yang diusulkan Australia untuk rancangan keputusan pada pertemuan komite di Tiongkok pada Jumat (23/7) kemarin menunda pertanyaan "dalam bahaya" tersebut hingga tahun 2023. 16 dari 21 perwakilan negara komite selain Australia mendukung amandemen tersebut. Hanya Norwegia yang berargumen bahwa situs terumbu karang terbesar di dunia tersebut perlu masuk dalam daftar "dalam bahaya".

Pada akhirnya, komite menyetujui amandemen tersebut. Sejalan dengan itu, misi pemantauan akan mengunjungi terumbu karang untuk menentukan bagaimana dampak perubahan iklim dapat dikelola.

Menteri Lingkungan Australia Sussan Ley menyatakan bahwa menurunkan status Warisan Dunia Great Barrier Reef sebelum komite menyelesaikan kebijakan perubahan iklimnya adalah langkah tidak masuk akal.


"Delegasi, kami hanya meminta dua hal: waktu bagi para ahli untuk melihat secara langsung komitmen kami terhadap terumbu karang, kondisinya saat ini dan pengelolaan kami; serta agar kebijakan iklim final menyediakan kerangka kerja yang konsisten untuk mengatasi dampak perubahan iklim di Properti warisan," paparnya dari Australia.

Sebelumnya, Australia memberikan reaksi keras kala rancangan keputusan untuk menghapus Great Barrier Reef dari daftar Warisan Dunia diterbitkan. Diketahui, Great Barrier Reef telah masuk dalam daftar Warisan Dunia sejak 40 tahun lalu karena "nilai universalnya yang luar biasa".

"Keputusan ini salah. Jelas ada politik di baliknya," ujar Ley saat itu.

Australia sendiri telah diperingatkan pada tahun 2014 bahwa daftar "dalam bahaya" tengah dipertimbangkan untuk Great Barrier Reef. Australia punya waktu untuk merespons dengan mengembangkan rencana jangka panjang untuk meningkatkan kesehatan terumbu karang yang disebut Reef 2050 Plan.

Namun sejak saat itu, terumbu karang di situs tersebut mengalami apa yang disebut sebagai "coral bleaching" atau pemutihan karang yang disebabkan oleh suhu laut yang luar biasa hangat pada 2016, 2017 dan tahun lalu. Hal tersebut dilaporkan merusak dua pertiga karang di sana.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts