Kalah di Pertandingan, Atlet Ini Justru Kaget Dilamar Pelatih Saat Olimpiade Tokyo
Instagram/belenperezmaurice
SerbaSerbi
Olimpiade Tokyo

Kegalauan Maria Belen Perez Maurice, atlet anggar putri asal Argentina seketika berubah menjadi suka cita ketika menerima lamaran pernikahan dari sang pelatih.

WowKeren - Kalah menang adalah fenomena yang biasa dilihat selama pertandingan olahraga. Maria Belen Perez Maurice, atlet anggar putri asal Argentina harus menerima kenyataan usai tersingkir di babak pertama.

Anna Marton dari Hungaria berhasil mengalahkannya dengan skor 15-12 dalam kategori pedang wanita pada babak 32 besar di Makuhari Messe Hall. Namun, siapa sangka di tengah kagalauan itu emosinya seketika berubah ketika sang pelatih melamarnya di kesempatan itu.

Perez Maurice yang kecewa berbicara lewat mikrofon untuk wawancara dengan TyC Sports Argentina. Salah satu penyiar acara melihat pelatih yang sekaligus pacar Perez Maurice, Lucas Saucedo, perlahan-lahan meluncur di belakangnya saat dia melakukan wawancara.

Dia memegang secarik kertas, yang berbunyi: "Maukah kamu menikah denganku?" dalam bahasa Spanyol. Penyiar meminta Perez Maurice untuk berbalik. Alangkah terkejutnya Maurice ketika berbalik. Pemain anggar itu pun segera berteriak.


Saucedo kemudian berlutut dan mengajukan pertanyaan. Pasangan itu berpelukan dan Perez Maurice berteriak sekali lagi. Mereka kemudian melanjutkan wawancara bersama.

Perez Maurice, 35, mulai bermain anggar pada usia 13 tahun. Dia menjadi wanita Argentina pertama yang memenangkan medali pedang individu di Pan American Games ketika dia memenangkan perunggu pada tahun 2015 di Toronto. Dia juga lolos ke Olimpiade Musim Panas 2012 dan 2016, tetapi tidak memenangkan medali.

Perez Maurice menempati peringkat No. 38 dalam pedang di peringkat dunia Federasi Anggar Internasional. Sedangkan Saucedo mewakili Argentina dalam anggar pada Kejuaraan Dunia 1999 dan 2003.

Sementara itu, tim asal Argentina sempat menuai sorotan pada acara pembukaan Omipiade Tokyo pekan lalu. Semangat yang menggebu-gebu terpancar dari sikap mereka selama momen Parade of Nations.

Gelaran Olimpiade sendiri menuai kontroversi. Kekinian, dilaporkan jika pandemi bukan satu-satunya masalah. Tak sedikit atlet yang mengeluhkan serangan panas yang terjadi di tengah olimpiade serta angin kencang yang menyulitkan atlet.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts