Menko Marives Luhut Sebut Varian Delta Lebih Cepat Menyebar Di Wilayah Industri
Instagram/luhut.pandjaitan
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Varian Delta telah memasuki Indonesia, bahkan telah menyebar ke banyak wilayah. Menko Marives Luhut menyebutkan bahwa varian Delta banyak ditemui di kawasan industri.

WowKeren - Angka COVID-19 di Indonesia saat ini masih terbilang sangat tinggi. Ditambah lagi adanya varian Delta yang sangat cepat menyebar dan menular ke masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marives) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa varian Delta banyak menyebar dan ditemui di kawasan industri. Hal ini berdasarkan dari hasil evaluasi penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Maka dari itu, ia kembali menekankan untuk seluruh masyarakat menaati protokol kesehatan dengan disiplin.

"Hasil pemantauan sampai saat ini, menunjukkan tingginya intensitas cahaya pada malam hari, yang mengindikasikan adanya kegiatan. Ini paling banyak ditemukan di daerah industri," ungkap Luhut dalam keterangan tertulis, Senin (26/7). "Oleh sebab itu, kami evaluasi lagi, perketat prokes agar tidak terjadi klaster baru."

Lebih lanjut, Luhut mengatakan bahwa saat ini, pemerintah terus melakukan pengevaluasian implementasi PPKM, termasuk di wilayah industri. Hal ini dilakukan sebagi bentuk upaya pencegahan munculnya klaster baru COVID-19. Adapun kawasan industri yang menjadi bahan evaluasi adalah Kabupaten Bekasi, Karawang, Tangerang Selatan, Tangerang, Bogor, Kudus, Sidoarjo, Mojokerto, dan Gresik.


Berdasarkan data yang didapat dari Kabupaten Karawang, Luhut menuturkan bahwa penyebaran varian Delta lebih cepat di wilayah industri daripada non industri. Meski demikian, berkaca pada penanganan di Kabupaten Kudus, peningkatan COVID-19 di industri bisa dimitigasi dengan penerapan prokes yang ketat.

Koordinator PPKM Jawa-Bali itu menuturkan bahwa mengimplementasikan penerapan protokol kesehatan di wilayah industri itu menjadi standar agar bisa tetap beroperasi. Selanjutnya juga pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di wilayah industri diharapkan bisa cepat.

"Saya minta agar protokol kesehatan untuk industri perlu dibuat secara lebih terperinci lagi dengan menggunakan best practice dari Kudus," tegas Luhut. "Selain itu, saya minta agar semua harus vaksin. Vaksin itu penting."

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa saat ini, Kemenkes telah memiliki 85 juta dosis vaksin COVID-19 dari berbagai merek. "Sudah ada 85 juta dosis per kemarin, sudah disuntikkan per hari ini 63 juta dosis, jadi ada stok di pusat, provinsi, dan kabupaten/kota sekitar 22 juta dosis, itu stok tidak sampai satu bulan," terang Budi.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts