Johnson & Johnson Dituntut Organisasi Wanita Kulit Hitam Terkait Produk Bedak Bayi
AFP
Dunia

Ben Crump mengajukan gugatan dengan Paul Napoli atas nama anggota NCNW, organisasi nirlaba yang mengadvokasi dan memberdayakan wanita keturunan Afrika dan keluarga mereka.

WowKeren - Pengacara hak-hak sipil terkemuka Ben Crump telah mengajukan gugatan terhadap Johnson & Johnson. Ia menuduh perusahaan farmasi tersebut memasarkan bedak talk untuk wanita kulit hitam meskipun mereka mengetahui bahwa produk tersebut mengandung bahan-bahan yang dapat menyebabkan kanker ovarium.

Crump, yang dikenal karena mewakili keluarga George Floyd, mengajukan gugatan pada Selasa (27/7) di New Jersey dengan mitra hukumnya Paul Napoli atas nama anggota Dewan Nasional Wanita Negro (NCNW). NCNW adalah organisasi nirlaba yang mengadvokasi dan memberdayakan wanita keturunan Afrika dan keluarga mereka.

"Ini tentang kehidupan nenek kami, ibu kami, saudara perempuan kami, putri kami, keponakan kami, dan istri kami, dan bagaimana mereka menjadi sasaran keji Johnson&Johnson," tegas Crump. "Perusahaan multi-miliar dolar ini, eksekutif perusahaan mereka tahu tentang hubungan antara bedak talk dan kanker ovarium."


Pada konferensi pers, para korban yang kehilangan anggota keluarga karena kanker ovarium berbicara tentang dampak kematian ini terhadap kehidupan mereka. Janice Mathis, direktur eksekutif NCNW, menambahkan dalam pernyataan terpisah bahwa "generasi wanita kulit hitam" menggunakan produk Johnson & Johnson sebagai bagian dari rutinitas harian mereka.

"Perusahaan melalui kata-kata dan gambarnya, mengatakan kepada wanita kulit hitam bahwa kami ofensif dalam keadaan alami kami dan perlu menggunakan produk mereka agar tetap segar," katanya. "Generasi wanita kulit hitam mempercayai mereka dan menjadikannya praktik sehari-hari kami untuk menggunakan produk mereka dengan cara yang membuat kami berisiko terkena kanker."

Tentu saja, Johnson & Johnson telah membantah tuduhan itu. Mereka menegaskan bahwa kampanye pemasaran mereka bersifat "multikultural dan inklusif." Perusahaan juga menyangkal bahwa produknya menyebabkan kanker.

Meskipun ada jaminan aman, perusahaan berhenti menjual bedak bayi talk mereka pada tahun 2020 di AS. Mereka berdalih bahwa hal itu karena berkurangnya permintaan karena informasi yang salah. Pada Juni 2020, pengadilan banding di Missouri menguatkan ganti rugi lebih dari 2 miliar dolar terhadap Johnson & Johnson dengan menyebut perusahaan tahu ada asbes dalam bedak bayinya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts