Thailand 'Banjir' COVID-19, Pemerintah Ngotot Tak Tutup Phuket Sandbox
Dunia
Efek Corona untuk Pariwisata

Pemerintah Thailand pernah berkomitmen akan menutup Phuket Sandbox kalau sudah ada 90 kasus positif COVID-19. Namun kini dengan 125 total kasus, Phuket Sandbox tetap tidak ditutup.

WowKeren - Indonesia bukan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tengah berjuang mengendalikan lonjakan wabah COVID-19. Salah satu yang menghadapi rekor demi rekor kasus COVID-19 setiap harinya adalah Thailand.

Namun pemerintah Thailand tetap bersikeras tak menutup program "Phuket Sandbox" yang resmi mereka luncurkan 1 Juli 2021 kemarin. Bahkan meski saat ini Pulau Phuket juga menghadapi "banjir" kasus COVID-19, dengan tambahan sampai 40 pasien baru pada Selasa (27/7) waktu setempat.

Angka ini merupakan yang tertinggi sejak Thailand mengizinkan program Phuket Sandbox diberlakukan. Namun alih-alih menutupnya demi mencegah lonjakan kasus yang lebih besar, pemerintah setempat malah menerapkan pembatasan lebih ketat.

Otoritas mengonfirmasi lonjakan kasus terjadi akibat transmisi lokal, sehingga kini pembatasan lebih ketat diberlakukan terutama untuk turis domestik yang harus menunjukkan hasil negatif COVID-19 dan bukti vaksinasi. Sikap ini sendiri sejalan dengan dibukanya 278.623 kamar hotel akibat Phuket Sandbox, yang tentu berimplikasi positif pada kesejahteraan masyarakat setempat.


"Kita harus tetap waspada dan berusaha menurunkan kasus harian terutama dalam 7 hari ke depan agar program ini bisa berjalan lebih lama," kata Yuthasak Supasorn dari Otoritas Pariwisata Thailand, dikutip dari The Thaiger, Rabu (28/7). Apalagi karena Phuket Sandbox membantu perekonomian daerah pariwisata lain seperti Samui.

"Kita harus bekerja dua kali lebih keras untuk meyakinkan komunitas internasional bahwa Phuket aman untuk perjalanan," imbuh Yuthasak. "Situasi yang cukup sulit karena kasus COVID-19 sedang memuncak secara nasional."

Beberapa pembatasan yang akan dilakukan otoritas Thailand dalam mengendalikan lonjakan kasus positif ini adalah dengan menutup beberapa pusat perbelanjaan dan tempat umum. Perkumpulan sampai lebih dari 100 orang juga dilarang selama sepekan ke depan.

Warga diminta untuk menjaga jarak sosial, bahkan di pasar dan jalan sekalipun. Restoran diminta tutup maksimal pukul 21.00 waktu setempat alias pemberlakuan jam malam.

Sikap ini sendiri cukup menyalahi komitmen ketika Phuket Sandbox dulu dibuka. Sebab dulu pemerintah Thailand mengklaim siap menutup Phuket Sandbox apabila ada lebih dari 90 kasus COVID-19 di daerah tersebut, sedangkan saat ini total kasus kumulatifnya saja mencapai 125.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts