Anthony Fauci Peringatkan Situasi Bisa Memburuk Terkait Imbas Varian Delta
Instagram/anthonyfauciofficial
Dunia
Pandemi Virus Corona

Fauci mencatat bahwa 100 juta orang di Amerika Serikat yang memenuhi syarat untuk divaksinasi belum sepenuhnya disuntik yang mana hal ini membuat mereka rentan.

WowKeren - Pakar Penyakit menular Amerika Serikat Dr Anthony Fauci pada hari Minggu (1/8) mengatakan dia percaya "segalanya akan menjadi lebih buruk" ketika Amerika Serikat mengalami lonjakan kasus COVID-19. Kendati demikian, ia menambahkan dia tidak mengharapkan penguncian yang meluas untuk kembali dilakukan.

"Saya tidak berpikir kita akan melakukan penguncian," ujarnya. "Saya pikir kita memiliki cukup persentase orang di negara ini yang telah divaksinasi - meski tidak cukup untuk menghancurkan wabah - tetapi saya cukup percaya untuk tidak mengizinkan kita masuk ke situasi seperti musim dingin tahun lalu. Tapi keadaan akan menjadi lebih buruk."

Pernyataan itu ia sampaikan ketika pembawa acara ABC News This Week John Karl bertanya apakah lonjakan saat ini hanyalah "kemunduran sementara" di tengah kehadiran varian Delta yang lebih menular. AS sendiri telah menjadi negara yang berada di peringkat pertama dunia dalam mencatat kasus COVID-19.


Negara ini telah mencatat 34.984.164 total infeksi sejak awal pandemi dan 613.172 kematian, menurut data Johns Hopkins. Pada hari Sabtu, CDC melaporkan peningkatan 101.171 kasus dan 451 kematian. CDC juga melaporkan bahwa 82,2 persen infeksi yang dilaporkan dari 4-17 Juli disebabkan oleh varian Delta.

Fauci mencatat bahwa rata-rata tujuh hari kasus COVID-19 telah "naik secara substansial" meningkat menjadi 72.493 pada hari Jumat, menurut data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit. Pada hari Sabtu, CDC melaporkan Florida mencatat total kasus baru satu hari tertinggi sejak dimulainya pandemi dengan 21.683 infeksi.

Fauci mencatat bahwa 100 juta orang di Amerika Serikat yang memenuhi syarat untuk divaksinasi belum sepenuhnya disuntik. "Dari sudut pandang penyakit, rawat inap, penderitaan dan kematian, yang tidak divaksinasi jauh lebih rentan," ujarnya.

Dengan vaksin, ia menekankan bahwa sebagian besar seorang individu dapat terlindungi dari penyakit parah. "Tetapi ketika Anda melihat negara secara keseluruhan dan kita kembali normal, orang yang tidak divaksinasi memungkinkan penyebaran wabah yang pada akhirnya berdampak pada semua orang, "katanya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts