Thailand Siap Buka Bangkok Untuk Turis Asing yang Sudah Divaksin Penuh Mulai Bulan Depan
Dunia
Efek Corona untuk Pariwisata

Para wisatawan tidak perlu menjalani karantina hotel selama 14 hari. Sebagai gantinya, langkah-langkah keamanan serupa dengan skema 'sandbox' di Phuket akan diterapkan.

WowKeren - Thailand berencana membuka Bangkok untuk seluruh pelancong yang sudah divaksinasi COVID-19 penuh mulai 1 Oktober 2021 mendatang. Selain itu, provinsi Chiang Mai, Chon Buri, Phetchaburi, dan Prachuap Khiri Khan juga turut dibuka bersamaan dengan Bangkok.

Para wisatawan tidak perlu menjalani karantina hotel selama 14 hari. Sebagai gantinya, langkah-langkah keamanan serupa dengan skema "sandbox" di Phuket akan diterapkan.

Diketahui, para turis Phuket Sandbox diwajibkan memenuhi prasyarat lain meski tak dikarantina. Seperti sudah menerima dosis penuh vaksinasi COVID-19, datang dari negara yang disetujui otoritas Thailand, menjalani serangkaian tes COVID-19, tinggal di hotel yang disediakan pemerintah, hingga melapor setiap hari kepada otoritas Sandbox.

Pada Oktober 2021, sebanyak 21 destinasi wisata juga akan turut dibuka. Termasuk Chiang Rai, Sukhothai, dan Rayong.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Publik Thailand melaporkan 15.191 kasus COVID-19 baru pada Jumat (10/9). Sebanyak 253 kasus kematian akibat COVID-19 juga dilaporkan pada hari yang sama.


Kasus kematian akibat COVID-19 tersebut paling banyak terjadi Bangkok, dengan total 111 kasus atau 43,8 persen. Pusat Administrasi Situasi COVID-19 (CCSA) melaporkan pada Sabtu sore bahwa 253 kematian baru tersebut berasal dari kelompok usia 18-98, dengan rata-rata 69 tahun.

249 kasus kematian di antaranya merupakan warga Thailand. Satu kasus merupakan warga Myanmar, dan satu dari Kamboja. Tidak ada rincian yang diberikan tentang dua kematian sisanya.

Di sisi lain, pemerintah Thailand berencana untuk mencabut Dekrit Darurat COVID-19 yang sudah berlaku sejak pandemi pertama kali melanda. Pencabutan dekrit tentu saja berarti berakhirnya sejumlah pembatasan ketat yang berlaku di Negeri Gajah Putih.

"Tampaknya dekrit tidak akan diperpanjang apabila situasi nasional tetap stabil," ujar Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Thailand, Jenderal Natthapol Nakpanich. "Namun tetap berdasarkan kerjasama publik."

CCSA menilai pelonggaran yang tidak disikapi dengan hati-hati bisa membuat kasus COVID-19 harian mencapai 30 ribu. Dan dijelaskan Natthapol, nantinya Perdana Menteri Prayuth Chan-o-cha dan CCSA yang akan mengambil keputusan akhir terkait pencabutan dekrit tersebut.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts