Singapura Distribusikan Alat Rapid Test Antigen Mandiri Lewat 100 Vending Machine
Dunia

Kemenkes Singapura akan mengirimkan SMS notifikasi kepada warga yang perlu melakukan tes COVID-19 secara mandiri. Setelah itu, warga baru bisa mengambil alat rapid test antigen dari vending machine yang tersedia.

WowKeren - Kementerian Kesehatan Singapura akan membagikan alat rapid test antigen melalui 100 vending machine atau mesin penjual otomatis. Vending machine tersebut akan tersebar di 56 lokasi di Singapura mulai 18 September 2021 mendatang.

Nantinya, Kemenkes Singapura akan mengirimkan SMS notifikasi kepada warga yang perlu melakukan tes COVID-19 secara mandiri. Setelah menerima SMS tersebut, warga baru bisa mengambil alat rapid test antigen dari vending machine yang tersedia.

Orang-orang yang perlu melakukan uji COVID-19 adalah mereka yang masuk dalam kategori Peringatan Risiko Kesehatan (HRW) dan Peringatan Risiko Kesehatan (HRA). Semua orang yang mendapat SMS notifikasi HRW dan HRA dapat menggunakan alat rapid test antigen mandiri yang didistribusikan pemerintah.

Orang-orang yang menerima SMS HRW harus melakukan tes PCR di klinik Swab and Send Home (SASH) atau fasilitas swasta. Mereka juga harus melakukan isolasi mandiri hingga mendapatkan hasil negatif di tes PCR pertama.


Meski demikian, mereka harus melakukan rapid test antigen mandiri pada hari ketiga, kelima, dan ketujuh pasca melakukan kontak dengan pasien COVID-19. Pada hari kedelapan, mereka harus kembali melakukan tes PCR di klinik SASH atau fasilitas swasta.

Sementara itu, orang-orang yang menerima SMS HRA harus melakukan rapid test antigen mandiri pada hari pertama, ketiga, dan kelima pasca melakukan kontak dengan pasien COVID-19 potensial. Mereka juga harus memonitor kesehatan mereka hingga hari ke-10 pasca kontak tersebut.

Sebagai informasi, Singapura memang telah mengurangi masa karantina dari yang awalnya 14 hari menjadi 10 hari. Kemenkes Singapura menyebut bahwa penentuan lamanya masa karantina ditentukan dari inkubasi virus Corona, dalam hal ini varian Delta. Dan ternyata varian Delta memiliki masa inkubasi yang lebih pendek, yakni sekitar empat hari setelah infeksi alih-alih enam hari selayaknya varian pendahulunya.

Penjelasannya, diperlukan waktu 4 hari setelah paparan agar virus dalam tubuh seseorang bisa terdeteksi. Karena itulah masa karantina COVID-19 pun dikurangi menjadi 10 hari sesudah tanggal terakhir kali terpapar, dibuktikan dengan tanda negatif COVID-19 di akhir masa karantina.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts