Kuba Mulai Vaksinasi COVID-19 Untuk Balita Usia 2 Tahun
Unsplash/CDC
Dunia
Vaksin COVID-19

Kuba akan menjadi negara pertama di dunia yang memvaksinasi balita berusia dua tahun. Pejabat kesehatan setempat menyatakan vaksin buatan Kuba aman untuk anak-anak.

WowKeren - Kuba memulai program vaksinasi COVID-19 untuk anak-anak kecil, mulai dari usia dua hingga 10 tahun, pada Kamis (16/9). Kuba akan menjadi negara pertama di dunia yang memvaksinasi balita berusia dua tahun.

Pejabat kesehatan setempat menyatakan vaksin buatan Kuba aman untuk anak-anak. "Negara kami tidak akan menempatkan (bayi) bahkan pada risiko minimal jika vaksin tidak terbukti aman dan sangat efektif ketika dimasukkan ke dalam anak-anak," tutur Aurolis Otano, direktur Universitas Poliklinik Vedado, kepada Associated Press.

Menurut Otano, penyebaran Varian Delta membuat peningkatan infeksi di kalangan anak-anak kecil. Oleh sebab itu, komunitas ilmiah Kuba memutuskan "mengambil vaksin untuk uji klinis" dan disetujui untuk anak-anak.

Poliklinik Vedado mengharapkan untuk memvaksinasi sekitar 300 anak usia dua hingga lima tahun. Sedangkan anak-anak usia lima hingga 10 tahun akan mendapatkan vaksinasi COVID-19 dosis pertama mereka di sekolah.


Salah satu anak yang menerima vaksinasi di poliklinik tersebut adalah seorang balita berusia dua tahun bernama Lucia. Ibu Lucia, Denisse Gonzalez, melihat anak-anak di ruang vaksinasi sembari menunggu putrinya yang masih dalam pengawasan pasca vaksinasi.

"Saya sangat ragu dan khawatir pada awalnya, sungguh, tetapi saya memberi tahu diri saya sendiri," ujar Gonzalez. "Kesehatan anak-anak kami adalah yang pertama dan utama, yang mana merupakan hal utama dan (penularan) adalah risiko karena anak-anak kecil selalu bermain di lantai."

Sebelumnya, Kuba juga telah memulai program vaksinasi untuk anak usia 11 hingga 18 tahun. Kelompok usia tersebut akan mendapatkan dua dosis vaksin Soberana 02 dan satu dosis Soberana Plus, sama seperti orang dewasa.

Di sisi lain, Kuba menghadapi wabah COVID-19 yang terus-menerus dan hampir meruntuhkan sistem perawatan kesehatannya. Provinsi seperti Matanzas, Ciego de Avila, dan Cienfuegos terpaksa mendapat dukungan dokter dari luar wilayah, dan bahkan dari donor internasional.

Kementerian Kesehatan Kuba telah mencatat 776.125 kasus positif COVID-19. Negara tersebut juga telah mencatat 6.601 kasus kematian.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts