Prancis Marah Tarik Duta Besar dari AS dan Australia Imbas Kesepakatan Kapal Selam
Unsplash/Axel Bertrand
Dunia

Australia telah membatalkan kesepakatan bernilai miliaran dolar untuk kapal selam konvensional Prancis yang menyebut pembatalan itu sebagai keputusan yang tidak dapat diterima.

WowKeren - Prancis tak bisa menganggap enteng langkah Presiden Amerika Serikat Joe Biden yang telah membuat kesepakatan dengan Australia dan Inggris. Prancis telah memanggil duta besarnya untuk Amerika Serikat dan Australia, sebagai reaksi atas kesepakatan kapal selam.

Pada Rabu (15/9) Australia telah membatalkan kesepakatan bernilai miliaran dolar untuk kapal selam konvensional Prancis dalam rangka bergabung dengan aliansi strategis Indo-Pasifik dengan Amerika Serikat dan Inggris. Di mana dalam kesepakatan itu, Australia akan memperoleh kapal selam bertenaga nuklir AS.

Menteri Luar Negeri Jean-Yves Le Drian menyatakan bahwa pembatalan itu sebagai keputusan yang tidak dapat diterima. Sehingga pada Jumat (17/9), ia menyatakan bahwa keputusan untuk memanggil kembali para utusan, atas permintaan dari Presiden Emmanuel Macron, "dibenarkan oleh keseriusan luar biasa dari pengumuman" yang dibuat oleh Australia dan Amerika Serikat.

Terkait keputusan Prancis ini, seorang pejabat Gedung Putih menyatakan penyesalannya. Ia mengatakan bahwa AS akan berusaha untuk menyelesaikan perbedaan pendapat dengan Prancis selama beberapa hari mendatang.


Begitu juga dengan Australia. Pada hari Sabtu (18/9) negara ini juga menyayangkan keputusan Prancis. Australia menegaskan bawah mereka masih menghargai hubungan dengan Prancis. "Kami berharap dapat terlibat lagi dengan Prancis dalam banyak masalah kepentingan bersama kami, berdasarkan nilai-nilai bersama," kata pihak Australia.

Keputusan semacam ini belum pernah terjadi sebelumnya. Kesepakatan bertajuk AUKUS itu, yang mewakili nama tiga negara, membuat Prancis merasa ditinggalkan. Mereka melihat langkah Biden sama saja dengan kembali ke era Donald Trump. Menteri Luar Negeri Prancis menyebut langkah AS sebagai "menusuk dari belakang".

Menurut Associated Press Prancis akan kehilangan kesepakatan senilai hampir 100 miliar dolar AS untuk membangun kapal selam diesel untuk Australia akibat kesepakatan itu. Diplomat Prancis mengatakan bahwa sang presiden telah menerima surat dari Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada hari Jumat (17/9) terkait keputusan untuk membatalkan kesepakatan kapal selam.

"Itu benar-benar tusukan dari belakang," kata Menlu Prancis. "Kami membangun hubungan kepercayaan dengan Australia, dan kepercayaan ini dikhianati. Ini tidak dilakukan di antara sekutu."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts