Gunung Berapi di Pulau La Palma Spanyol Meletus, Lava Hancurkan Sejumlah Rumah
Unsplash/Alain Bonnardeaux
Dunia

Menurut Presiden Kepulauan Canary, Victor Torres, sekitar 5.000 orang telah dievakuasi dari rumah mereka pada pukul 11 malam. Sebagian besar mengungsi ke rumah keluarga atau teman.

WowKeren - Gunung berapi di Pulau La Palma, Kepulauan Canary, Spanyol, erupsi pada Minggu (19/9). Ribuan warga dievakuasi kala aliran lahar menghancurkan rumah-rumah yang terisolasi dan mengancam akan mencapai pantai.

Menurut Presiden Kepulauan Canary, Victor Torres, sekitar 5.000 orang telah dievakuasi dari rumah mereka pada pukul 11 malam. Sebagian besar mengungsi ke rumah keluarga atau teman, sedangkan sisanya berada di tempat penampungan.

Institut Vulkanologi Kepulauan Canary melaporkan letusan awal tak lama setelah pukul 3 sore dekat ujung selatan pulau. Gunung tersebut terakhir kali erupsi pada tahun 1971 lalu.

Sebelum letusan terjadi, gempa berkekuatan magnitudo 4,2 mengguncang daerah yang dikenal sebagai Cabeza de Vaca di lereng barat. Gunung berapi Cumbre Vieja kemudian dilaporkan menyemburkan magma merah ke udara yang kemudian mengalir menuruni lereng gunung.

Sesaat setelah ledakan awal terjadi, aliran lahar hitam dengan ujung yang menyala meluncur ke arah rumah-rumah di Desa El Paso. Wali Kota Sergio Rodríguez mengatakan 300 orang dalam bahaya segera dievakuasi, jalan ditutup dan pihak berwenang mendesak mereka yang penasaran untuk tidak mendekati daerah itu.


Menurut pejabat setempat, lava gunung tersebut menghancurkan setidaknya delapan rumah warga. Pihak berwenang memperingatkan bahwa aliran lahar juga dapat mengancam kotamadya El Paraíso, Alcalá dan daerah sekitarnya.

Salah satu saksi mata, Carlota Martin, tengah berada di lahan pertanian yang dimiliki keluarganya di Todoque kala mendengar adanya ledakan besar. Lahan pertanian tersebut tak jauh dari lokasi letusan.

"Ketika kami melihat kolom asap, kami pikir itu tidak nyata, tetapi kolom asap itu terus tumbuh dan kami tahu kami harus keluar dari sana," ujar Martin kepada Associated Press. "Kamu pergi, tetapi kamu juga melihat ke belakang karena kamu ingin melihat apa yang akan terjadi. Tidak ada yang tahu bagaimana aliran lahar akan turun, tetapi plot kami dan banyak rumah di daerah itu bisa menghalangi."

Sementara itu, Presiden pulau La Palma, Mariano Hernández, menyatakan belum ada laporan mengenai korban jiwa atau korban luka. Namun aliran lahar membuat Hernández khawatir "tentang daerah berpenduduk di pantai."

"Orang-orang tidak boleh mendekati lokasi letusan di mana lahar mengalir," kata Hernández. "Kami mengalami masalah serius terkait evakuasi karena jalan-jalan macet dengan orang-orang yang berusaha untuk melihatnya dari dekat."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts