Kekurangan Uang Tunai, Maskapai Nasional Thailand Lagi-Lagi Jualan Pesawat
Dunia

Ini bukan pertama kalinya THAI menjajakan armada pesawatnya untuk dijual. Jika ditotal maskapai ini telah mengeluarkan 34 armada pesawatnya untuk dijual sejak November.

WowKeren - Maskapai penerbangan nasional Thailand, Thai Airways International (THAI), akan menjual tiga armada pesawatnya. Langkah ini terpaksa diambil lantaran maskapai tersebut mengalami kekurangan uang tunai.

Tak hanya armada pesawatnya, maskapai juga akan menyertakan simulator penerbangan untuk dijajakan ke pembeli. Keputusan ini merupakan bagian dari rencana rehabilitasi keuangannya dan dorongan berkelanjutan untuk memodernisasi armadanya. Sebab menurut seorang sumber di perusahaan, armada maskapai tersebut sudah semakin menua.

Menurut sumber tersebut, maskapai yang "sakit" itu telah mendaftarkan tiga Airbus A330-300-nya untuk dijual bersama dengan simulator penerbangan untuk model pesawat. Masing-masing berusia 12,2, 12,5 dan 12,6 tahun.

THAI sendiri sejauh ini memiliki 15 armada pesawat A330-300. Namun sayangnya, jet berbadan lebar mereka saat ini dilarang mengudara. Hal itu tak lepas dari adanya permintaan minimal untuk perjalanan udara di tengah pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung.


Ini bukan pertama kalinya THAI menjajakan armada pesawatnya untuk dijual. Melansir Bangkok Post, secara total flag carrier ini telah mengeluarkan 34 armada pesawatnya untuk dijual sejak bulan November lalu.

Beberapa di antaranya termasuk 10 Boeing 747-400, enam Boeing 777-200, dan enam Boeing 777-300. Maskapai ini juga telah melepaskan enam Airbus A340-600d, tiga A340-500, dua Boeing 737-400 dan sebuah Airbus A300-600.

THAI telah mengeluarkan uang dalam jumlah besar selama bertahun-tahun. Tahun lalu, maskapai ini bahkan meminta bantuan Pengadilan Kepailitan Pusat, setelah pandemi COVID-19 memaksa seluruh armadanya untuk dikandangkan.

THAI bisa saja menjual 10 unit Boeing 747 jika Kementerian Transportasi menyetujui penjualan mereka. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Direktur Independen THAI, Piyasvasti Amranand, yang merupakan salah satu administrator rencana rehabilitasi maskapai.

Namun, pernyataan tak sejalan disampaikan oleh Menteri Perhubungan Saksayam Chidchob. Ia mengatakan kementerian belum menerima permintaan seperti itu. Tahun lalu, maskapai ini bahkan harus membanting setir untuk menjual jajanan gorengan di tengah keterpurukan yang dialaminya akibat pandemi COVID-19.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts