Bocah Berusia 2 Tahun Jadi Sumber Kemunculan Klaster COVID-19 di Sabah Malaysia
Dunia
Pandemi Virus Corona

Menurut penyelidikan awal, ayah bocah tersebut telah menghadiri sejumlah pertemuan yang melibatkan banyak orang, termasuk kegiatan memperbaiki jembatan di Lungkidau.

WowKeren - Seorang bocah laki-laki berusia 2 tahun di Malaysia terdeteksi sebagai kasus indeks untuk klaster COVID-19 baru Lungkidau yang muncul di Ranau. Klaster itu mencatat sebanyak 134 kasus COVID-19 hingga saat ini.

Hal itu terdeteksi dari pemeriksaan pra-penerimaan bangsal pada 7 September lalu. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Menteri Perumahan dan Pemerintah Daerah Sabah Datuk Masidi Manjun. Ia menyebutkan bahwa pemeriksaan didapat sebelum ayah dari bocah tersebut dikonfirmasi positif COVID-19 karena menemani bocah itu pada hari yang sama.

Menurut penyelidikan awal yang dilakukan, ayah bocah tersebut telah menghadiri sejumlah pertemuan yang melibatkan banyak orang. Misalnya ketika ada acara bersama untuk membersihkan kebun kelapa sawit di kecamatan.

"Penyelidikan awal menemukan bahwa bapak kasus indeks memiliki catatan menghadiri pertemuan dan gotong-royong," kata Masidi. "Untuk membersihkan lahan perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Paginatan."


Masidi menambahkan bahwa selain kegiatan itu, sang ayah dari bocah juga terlibat dalam acara gotong royong untuk memperbaiki jembatan di Lungkidau. "Dia juga terlibat dalam beberapa kegiatan yang melibatkan kelompok orang, gotong-royong untuk memperbaiki jembatan di Kampung Lungkidau dan jalan utama untuk mobil yang masuk ke kuburan," tambah Masidi.

Skrinning kontak dekat pun akhirnya dilakukan untuk mendeteksi dini penyebaran COVID-19. Masidi, yang juga juru bicara COVID-19 negara mengatakan skrining dilakukan mulai 7 hingga 20 September dengan melibatkan 177 orang.

Terkait progres vaksinasi, ia menjelaskan bahwa sekarang ini sudah ada lebih dari 1,94 juta atau 70,6 persen penduduk dari populasi orang dewasa di Sabah yang sudah menerima dosis pertama. Sedangkan untuk usia remaja, jumlah yang sudah divaksin mencapai 124.393 atau 29,2 persen.

Malaysia tengah menggencarkan upaya vaksinasi untuk remaja. Mulai Kamis (23/9) mendatang, anak berusia 12-17 tahun bisa mendapatkan vaksinasi di 156 titik pusat vaksinasi yang didirikan oleh Kemenkes. Wakil Menteri Kesehatan Datuk Dr Noor Azmi Ghazali mengatakan mahasiswa berusia 18 ke atas juga bisa mendapatkan vaksin di pusat vaksinasi dengan menunjukkan kartu pelajar.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts