Ternyata Begini Bujuk Rayu Putri Nia Daniati Hingga Jerat Terduga Korban Penipuan CPNS
Instagram/niadaniatynew
Selebriti

Putri Nia Daniati, Olivia Nathania, terlibat dalam dugaan penipuan CPNS yang sampai menimbulkan kerugian miliaran rupiah. Bahkan korbannya disebut-sebut guru SMA Oi sendiri.

WowKeren - Nama putri Nia Daniati, Olivia Nathania, belakangan sedang menjadi sorotan. Pasalnya nama Oi, demikian biasa Olivia disapa, terseret dalam kasus dugaan penipuan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang disebut-sebut merugikan sampai Rp9,7 miliar.

Terduga korban dalam kasus ini, Agustin Suartini pun melaporkan Oi ke pihak kepolisian. Agustin tentunya sudah menyiapkan bukti terkait kronologi hingga modus Oi dalam menjerat korban, yang kemudian diungkapnya bersama sang pengacara, H Murtiman.

Agustin sendiri ternyata merupakan guru SMA Oi. "Oi yang mengontak Ibu Agustin yang menawarkan lowongan jadi PNS. Waktu itu awalnya ragu-ragu (tapi) akhirnya mereka bertemu," kata Murtiman di Kebayoran, Jakarta Selatan, Sabtu (25/9).

"Oi bilang 'Masa iya sih gue bohong sama lo'. Terus Oi minta disiapkan uang untuk masuk PNS ketika bertemu. Oi minta kalau mau cepet jangan satu (orang) banyak jadi kolektif," sambung Murtiman, dikutip dari Insert Live pada Minggu (26/9). "Sehingga Ibu Agustin menawarkan ke keluarganya ada 16 orang yang ikut. Sampai terkumpul lah 225 orang."

Agustin sendiri memercayai klaim tersebut karena Oi mengaku sudah empat tahun mengurusi CPNS. "Kata dia sudah empat tahun mengurus seperti ini. Oliv bilang 'Mumpung saya bisa bantu sebagai balas budi saya kepada Ibu karena Ibu adalah guru saya'," tutur Agustin.


"Jadi saya bawa lah keluarga saya. Untuk keluarga saya Rp30 juta, harga ini bervariasi tergantung permintaan Oliv. Ada chat waktu pertama kali saya diajak ikut," imbuh Agustin.

Setelah menyerahkan uang, Oi pun memanggil tim yang diklaim sebagai anggota Badan Kepegawaian Negara (BKN). Tim Oi kemudian melakukan wawancara dan memberikan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan. Namun setelah menerima SK, para korban tidak kunjung mendapatkan pemanggilan kerja maupun upah.

"Setelah itu korban heran kok belum kerja dan belum menerima upah," ujar Murtiman. "Akhirnya mereka bertanya ke Oi, jawabannya tunggu aja karena masih pandemi."

Namun kecurigaan mereka semakin besar sehingga akhirnya menghubungi pihak BKN. "Orang BKN bingung tidak ada nama itu (tim Olivia) dan heran karena ada jalur prestasi," lanjut Murtiman.

Karena itulah para terduga korban mengambil kesimpulan mereka telah ditipu oleh Oi. Jumlah uang yang diserahkan pun beragam sesuai dengan permintaan Oi, ada yang menyerahkan Rp25 juta sampai rentang tertinggi adalah Rp156 juta.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts