Saudi Buka Pintu Untuk Jemaah Indonesia, Biaya Umrah Diperkirakan Naik Hingga 25 Persen
Nasional

Perkiraan kenaikan biaya tersebut berasal dari sejumlah komponen penyelenggaraan umrah. Mulai dari tiket penerbangan, akomodasi hotel di Saudi, hingga adanya ketentuan wajib karantina sebelum pergi dan setibanya di Saudi.

WowKeren - Pemerintah Arab Saudi telah kembali membuka pintu Umrah bagi jemaah Indonesia. Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (Sapuhi) Syam Resfiadi lantas memperkirakan harga paket umrah akan menjadi lebih mahal.

Hal ini disebabkan oleh ibadah umrah yang dilaksanakan di masa pandemi COVID-19. "Perkiraan saya bisa naik 15 - 25 persen," kata Syam dilansir Jawa Pos pada Kamis (14/10).

Perkiraan kenaikan biaya tersebut berasal dari sejumlah komponen penyelenggaraan umrah. Mulai dari tiket penerbangan, akomodasi hotel di Saudi, hingga adanya ketentuan wajib karantina sebelum pergi dan setibanya di Saudi.

Syam lantas mengungkapkan contoh kamar hotel yang kini maksimal hanya bisa diisi oleh dua orang jemaah. Hal tersebut tentu membuat biaya lebih mahal jika dibandingkan sebelum pandemi dimana satu kamar bisa diisi lebih dari empat orang. Selain itu, layanan bus di Saudi juga dibatasi maksimal hanya mengangkut 50 persen penumpang hingga biaya yang perlu dikeluarkan makin besar.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Afiliasi Mandiri Penyelenggara Umrah dan Haji (AMPUH) Indonesia Wawan Suhada lantas memperkirakan para jemaah sudah mulai bisa terbang ke Tanah Suci sejak awal November mendatang. "Alhamdulillah, Insya Allah awal November depan," tutur Wawan, Rabu (13/10).


Wawan sendiri terus mencari informasi langsung terkait perkembangan pelaksanaan umrah dari relasinya di Saudi. Berdasarkan informasi yang ia dapatkan, keputusan final pemerintah Saudi masih menunggu kedatangan delegasi pemerintah Indonesia.

"Rencananya delegasi Indonesia berkunjung ke Arab Saudi pada 25 Oktober," ungkap Wawan. "Membahas soal umrah."

Nantinya, delegasi tersebut akan menyampaikan ketentuan protokol kesehatan umrah yang disiapkan Indonesia. Pemerintah Indonesia sendiri diharapkannya melibatkan pihak travel untuk melakukan survei advance pelayanan umrah di Saudi sehingga mereka dapat menyosialisasikan langsung kepada calon jemaah.

Sebelumnya, Kementerian Agama telah meminta para Penyelenggara Perjalanan Ibadah Unmrah (PPIU) untuk mulai melaksanakan langkah-langkah persiapan. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief mengatakan bahwa pihaknya telah mengirim surat kepada para pimpinan PPIU tertanggal 11 Oktober 2021, tentang Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Umrah 1443 H.

"Kami minta penyelenggara perjalanan ibadah umrah mempersiapkan keberangkatan jemaahnya, khususnya mereka yang telah mendaftar dan membayar biaya umrah di PPIU namun tertunda keberangkatannya hingga saat ini," ujar Hilman dalam keterangan tertulis, Selasa (12/10).

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts