Dipecat KPK, Novel Baswedan Terus Bertekad Berantas Korupsi Dengan Buat Kanal YouTube
YouTube/HARIS AZHAR
Nasional
Polemik Tes ASN Pegawai KPK

Para pegawai KPK yang dipecat oleh Firli Bahuri Cs kini telah menemukan profesinya masing-masing, dari tukang nasi goreng, hingga terbaru Novel Baswedan membuat kanal YouTube.

WowKeren - Pasca dipecat, eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kini membuat kanal YouTube. Hal ini disampaikannya melalui cuitan di Twitter pribadinya, @nazaqistsha.

"Saya perkenalkan Channel resmi Novel Baswedan, Semoga bisa menjadi media untuk edukasi & informasi mengenai isu anti korupsi, penegakan hukum, keadilan & diskusi2 lain yang membangun semangat & konsistensi," tulis Novel di Twitter sembari menautkan link kanal YouTube-nya, Kamis (14/10). "Salam integritas, anti korupsi."

Kini, kanal YouTube Novel telah ditonton sebanyak 1.819 kali dan mendapak likes sebanyak 852 orang. Baru dibuat, Novel telah berhasil mendapatkan subscriber sebanyak 1.480 orang. Melalui kanal ini, Novel akan membagikan edukasi mengenai pemberantasan korupsi.

Menurut Novel, meskipun kini ia tidak lagi bekerja di KPK, namun kasus korupsi harus tetap diberantas. Artinya bahwa semangat dan tekad Novel dalam memberantas korupsi tidak pernah pudar sampai kapan pun.


"Hal penting yang ingin saya sampaikan adalah kalian boleh membutakan mata saya tapi perjuangan memberantas korupsi harus tetap berjalan karena hukum tidak pernah buta," ujar Novel dalam video di kanal YouTubenya.

Selain itu, Novel juga mengungkapkan tujuan membuat kanal YouTube itu adalah sebagai media berbagi pengalaman, dan berdiskusi mengenai isu-isu serta pemberantasan korupsi yang ada di Indonesia. Kemudian, ia juga menyinggung kemungkinan bisa saja mengundang narasumber dan tamu yang berintegritas untuk berbagi pengalaman di kanal YouTube-nya itu. khusunya mengenai korupsi.

"Saya ingin berbagi dengan banyak hal, terutama hal berhubungan anti korupsi, berhubungan dengan pengalaman saya, pengetahuan, dan tentunya sharing dengan orang lain yang punya komitmen dan integritas," papar Novel.

Lebih lanjut, Novel juga menekankan bahwa isu antikorupsi itu merupakan hal yang penting. Menurutnya, ketika membicarakan suatu kemajuan negara, suatu permasalahan, begitu juga dengan penegakan hukum, itu tidak terlepas dari isu korupsi.

"Bayangkan, ketika penegakan hukum, banyak terjadi korupsi, maka akan ada permasalahan ketidakadilan, ada pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), dan itu seringkali mengganggu kita," tandas Novel.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts