Get Healthy : Konten Kreator Ini Buka-Bukaan Soal Rahasia Konsisten Diet Selama 9 Tahun!
Instagram/vindkipin.id
Health
Get Healthy

Meski sempat jatuh bangun, Vindhy berhasil membuktikan bahwa ia berhasil menjalankan diet. Bahkan, ia sudah konsisten selama 9 tahun. Ini dia rahasia konsisten diet Vindhy.

WowKeren - Banyak orang menganggap diet hanya sekedar menurunkan berat badan secara instan. Padahal, penurunan berat badan sehat adalah penurunan yang perlahan. Seperti yang berhasil dilakukan Vindhy Dian Indah Pratika. Wanita berusia 28 tahun asal Tulungagung ini sudah konsisten melakukan diet selama 9 tahun.

Sempat memiliki berat badan 117 kg, Vindhy pernah mengalami bullying, kesulitan bernafas, kesulitan berjalan, hingga berhenti menstruasi. Beberapa gangguan kesehatan seperti batu ginjal juga pernah dideritanya. Setelah konsisten diet selama 9 tahun, Vindhy berhasil menurunkan berat badan dari 117 kg menjadi 71 kg. Selain itu, kondisi kesehatannya pun berangsur membaik.


Photo-INFO

Sumber : Dokumentasi Vindhy



Mulai menurunkan berat badan sejak tahun 2012, Vindhy mengaku pernah menjalani diet ekstrem. Ia sempat tidak mengonsumsi karbohidrat dan berolahraga berlebihan. Meskipun sempat turun menjadi 88 kg, Vindhy mengaku merasa frustasi dan menangis ketika berolahraga. Karena itu, berat badannya naik lagi sampai di angka 103 kg.

Merasa ada yang salah dengan proses dietnya, Vindhy pun menata kembali niat dan mindset. Saat itu ia menyadari bahwa diet bukan hanya soal kurus tapi juga untuk kesehatan. Perlahan tapi pasti, Vindhy akhirnya konsisten hingga 9 tahun. Saat ini, berat badannya sudah menyentuh angka 71 kg.

Kepada WowKeren untuk rubrik Get Healthy, Vindhy mengungkap beberapa rahasia khusus yang membuatnya bisa konsisten melakukan diet sampai 9 tahun. Penasaran apa saja rahasianya? Ini dia rahasia konsisten diet ala Vindhy.

(wk/wahy)

1. Menyesuaikan Diet Dengan Kebutuhan


Menyesuaikan Diet Dengan Kebutuhan
pexels/Ella Olsson

Maraknya berbagai metode diet di media sosial membuat banyak orang tergiur untuk mengikutinya. Meski tidak salah, namun Vindhy menyarankan agar seseorang menyesuaikan pola dietnya dengan kebutuhan dan keinginan diri sendiri. Pasalnya, metode yang cocok bisa membuat seseorang lebih konsisten tanpa harus mengikuti orang lain.

“Yang penting itu, saya melakukan defisit kalori dan mengatur untuk olahraga teratur,” jelas Vindhy. “Karena saya paham betul bahwa saya dan orang-orang yang diet disana itu benar-benar berbeda. Kita berbeda karakter, kehidupan, dan habits.”

2. Tidak Menekan Keinginan dan Nafsu Makan


Tidak Menekan Keinginan dan Nafsu Makan
pexels/Valeria Boltneva

Banyak anggapan bahwa diet itu makan sesedikit mungkin. Akibatnya, banyak orang melakukan segala upaya untuk menekan nafsu makan. Bagi Vindhy, batasan makan terlalu ekstrem malah membuatnya semakin rakus.

“Ketika kita membatasi terlalu ekstrem, justru kita pengen kayak balas dendam terus,” jelas Vindhy. “Jadi mengurangi dikit-dikit sampai itu benar-benar di posisi seimbang. Saya enggak langsung nih, tujuh kali makan langsung diambil tinggal dua kali makan besar. Jadi, makannya dikit-dikit, nguranginya juga dikit-dikit.”

3. Menghindari Cheating Day, Terapkan Cheat Meal


Menghindari <i>Cheating Day</i>, Terapkan <i>Cheat Meal</i>
pexels/Lisa

Dalam keadaan cheating day, kalian bisa makan apapun yang diinginkan seharian. Namun, Vindhy mengaku tidak pernah melakukan cheating day. Baginya, cheating day adalah hari pembalasan yang berpotensi membuat makan berlebihan. Selain itu, ia juga akan kesusahan menerapkan pola makan sebelumnya.

“Saya enggak pernah melakukan cheating day. Tapi saya selalu melakukan cheat meal,” ungkap Vindhy. “Makanya setiap hari saya itu sekarang kalau misalnya pengen makan enak, ya makan enak aja, tapi dibatasi.”

Berbeda dengan cheating day yang harus menunggu hari tertentu untuk makan enak, cheat meal bisa dilakukan setiap hari. Dengan porsi yang dibatasi, alternatif ini bisa dilakukan untuk mengendalikan nafsu makan.

“Jadi cara makannya itu kayak hari ini saya makan donat gitu ya. Donat itu saya bagi jadi empat slice. Seperempatnya saya makan, yang tiga perempatnya saya simpan. Nah, caranya seperti itu untuk memuaskan mulut dan hati juga senang,” beber Vindhy.

4. Membawa Bekal Sendiri Ketika Liburan


Membawa Bekal Sendiri Ketika Liburan
pexels/Ella Olsson

Diet ketika sedang berlibur adalah sebuah tantangan terbesar. Terlebih, makanan-makanan yang dijumpai bisa berpotensi meningkatkan nafsu makan. Hal ini juga sempat dialami Vindhy. Tidak ingin pola makannya berantakan, Vindhy pun merencanakan perjalanannya dengan matang.

Vindhy menyiapkan buah-buahan seperti apel dan pir sebagai ganti camilan perjalanannya. Tidak lupa juga untuk selalu sedia air mineral. Bahkan jika harus berhenti di rest area dan makan, ia memilih menu-menu makanan yang tidak terlalu berat.

“Pilih menu-menu yang sekiranya lebih ke arah sayur dan tidak terlalu berat. Misalnya capcai, urap, masih banyak sekali. Kalaupun ayam-ayaman enggak masalah. Ayam bakar masih enggak masalah sih menurut saya,” jelas Vindhy.

5. Meletakkan Alat Olahraga Di Tempat Terjangkau


Meletakkan Alat Olahraga Di Tempat Terjangkau
pexels/Mikhail Nilov

Tidak hanya menjaga pola makan, Vindhy juga konsisten berolahraga. Awalnya, Vindhy mengaku hanya berolahraga tiga kali dalam satu bulan. Namun, saat ini ia berhasil melakukan olahraga rutin sebanyak 3-5 kali seminggu.

Vindhy punya cara unik untuk membangun mood olahraga setiap harinya. Ia sengaja meletakkan alat-alat olahraga di sekitar tempat tidur dan area-area yang mudah terlihat. Dengan cara itu, Vindhy akhirnya bisa konsisten menjaga jadwal olahraganya.

“Di sekitar area tempat tidur saya, di area-area yang mungkin saya lihat, itu alat-alat olahraga saya itu saya jejer di situ. Atau (dekat) sepatu mungkin. Jadi kalau pas lewat gitu, 'oh iya, hari ini belum olahraga ya'. Jadi kayak reminder diri sendiri, gitu,” terang Vindhy.

6. Tidak Terpaku Pada Angka Timbangan


Tidak Terpaku Pada Angka Timbangan
pexels/SHVETS production

Selama 9 tahun menjalani diet, grafik berat badan Vindhy tidak selalu turun. Sejak awal tahun 2021, ia mengaku berat badannya stuck di angka 71 kg. Meski demikian, ia mengaku tetap bersyukur karena patokan utamanya bukan lagi angka di timbangan.

“Karena patokan saya itu sekarang sudah bukan berat badan lagi. Patokan saya itu sekarang sudah ukuran baju,” ungkap Vindhy. “Di (berat badan) 75 kg itu XL ukuran baju saya. Nah, sekarang saya itu sudah bisa pakai ukuran baju M, padahal di berat badan 70-an kg. 71 kg mungkin sekarang.”

7. Tidak Lupa Untuk Menerima Dan Mengapresiasi Diri


Tidak Lupa Untuk Menerima Dan Mengapresiasi Diri
Instagram/vindkipin.id

Kunci utama untuk konsisten bagi Vindhy adalah ikhlas menerima dan memaafkan diri sendiri. Bagi Vindhy, semua orang bisa konsisten diet dan olahraga. Tapi, tidak semua orang bisa memaafkan dan menerima dirinya.

“Jadi, sebenernya kuncinya konsisten itu bukan bagaimana kita, seberapa lama kita mengatur makan, seberapa lama kita berolahraga, tapi kuncinya adalah hati kita. Hati kita sudah memaafkan diri kita atau belum,” terang Vindhy. “Banyak sekali orang-orang di sini yang mau memperjuangkan hidup sehat. Cuma, mempertahankan konsistennya ini yang susah. Terkadang, kita itu sebagai manusia jarang mengapresiasi apa yang sudah kita lakukan.”

Selain menerima dan memaafkan diri sendiri, jangan lupa untuk selalu menghargai dan mengapresiasi progres. Sekecil apapun penurunan berat badannya, sempatkan untuk memeluk diri sendiri sambil berterima kasih karena sudah berjuang. Apresiasi inilah yang bisa membantu seseorang agar selalu konsisten melakukan diet.

You can share this post!