Meski sudah akrab dengan meja operasi, Melanie Subono mengaku mengalami mental down begitu tahu rahimnya diangkat. Sebagai pelipur lara, Melanie punya teman curhat tak terduga.
- Intan Maharani
- Selasa, 02 November 2021 - 15:15 WIB
WowKeren - Belum lama ini, Melanie Subono dikabarkan harus menjalani operasi pengangkatan rahim setelah 20 tahun menderita. Meski sudah akrab dengan meja operasi, putri Adrie Subono itu merasa terguncang setelah menjalani tindakan medis terakhir.
"Nggak tahu sih, karena buat gue kali ini, jujur, operasi ini biasa sih. Dan gue ketampar kayak kemarin siang. Jadi gue agak-agak, untuk satu hal itu masih belum segitu terima dan belum segitu ready sih," kata Melanie Subono kepada WowKeren di bilangan Lebak Bulus, Jakarta, pada Selasa (2/11).
Jika ditanya mengenai apa yang membuatnya bisa menjalani hari sehat-sehat saja, Melanie Subono mengaku tidak tahu jawabannya. Namun momen operasi kali ini berbeda dari yang sudah-sudah, di mana Melanie harus menerima bahwa rahimnya diangkat. Dengan kata lain, ia telah melalui proses berat usai menyadari harapannya untuk punya anak pupus sudah.
"Jadi gue nggak nangis karena operasi atau apa, gue nangis kemarin siang (saat USG ulang). Kayak, selama ini lu dikasih tahu (tidak bisa punya anak), tapi sekarang confirm. Nah, lu sudah bukan perempuan, lu sudah nggak bisa punya anak, lu sudah nggak bisa. Baru kemarin siang lu baru bisa terima itu. Itu tuh yang benar-benar proses banget," terang Melanie.
Kejadian yang menimpa Melanie Subono sampai pada saat operasi hanya berlangsung selama dua sampai tiga bulan saja. Tidak tahu penyebab tumor di rahimnya pecah, saat ini kondisi mental Melanie berbanding terbalik dengan fisik yang semakin membaik.
"Kalo fisik it's oke. Gue terbiasa dengan operasi, tapi secara mental beda. Syok, kosong, mental down," ungkap Melanie Subono. "Iya (tidak tahu penyebab tumor pecah), makanya saya ke ke dokter... saya pun bingung kenapa, ya. Salah makan juga nggak."
Untuk itu, Melanie Subono berasumsi bahwa tubuhnya memang punya "bakat" untuk tumor tumbuh tanpa diketahui penyebabnya. Lagipula jika ditelusuri dari keluarganya, tidak ada orangtua atau kerabat yang juga menderita tumor. Justru keluarganya ada yang punya riwayat penyakit jantung.
Terkait kondisi mentalnya yang terjun bebas, Melanie Subono ternyata punya teman curhat yang tidak terduga yakni kucing-kucing peliharannya. "Kucing-kucing gue... mereka terapi buat gue," ujarnya.
Setelah menjalani tindakan operasi, Melanie Subono harus mengonsumsi obat selama dua pekan sebelum kembali diperiksa dokter. Meski rahimnya sudah diangkat, Melanie belum bisa bernapas lega lantaran tumor masih bisa bertumbuh di mana saja. Selama tidak menyebar, maka semuanya aman.
"Masih ada obat sih dua minggu ke depan, setelah itu ngecek ke dokter," terang Melanie. "Yang gue baca tumor bisa tumbuh di mana pun. Cuman selama ini nggak pernah nyebar, selalu di situ."
Terakhir, Melanie Subono mengungkapkan dirinya tidak punya pantangan sama sekali meski tetap dilarang lari-lari. "Nggak ada (pantangan) sih, sama sekai nggak. Cuman kalo gue lari-lari mungkin dokter marah karena asma gue kadang kumat," tutupnya.
(wk/inta)