Australia Longgarkan Perjalanan Internasional Mulai 1 Desember, Khusus Untuk Penerima Vaksin
Pixabay/Gerald Friedrich
Dunia
Pandemi Virus Corona

Cakupan vaksinasi COVID-19 dosis penuh di Australia sudah mencapai 87 persen sehingga per 1 Desember mendatang banyak pelaku perjalanan internasional yang boleh masuk tanpa karantina.

WowKeren - Australia sudah menetapkan pembatasan perjalanan ketat sejak Mei 2020 dan hanya mengizinkan warga negaranya serta pemegang izin residensi permanen dengan syarat ketat yang boleh melakukan perjalanan internasional. Namun dalam waktu dekat Australia akan melonggarkan pembatasannya.

Pemerintah pusat Australia berencana untuk mengizinkan pekerja-pekerja asing berpengalaman hingga pelajar internasional untuk masuk ke negaranya tanpa kewajiban karantina ketat. Australian Financial Review melaporkan kemungkinan pekerja-pekerja asing ini akan didatangkan dari Korea Selatan dan Jepang.

"Pembukaan kembali pembatasan dengan aman untuk migran berpengalaman serta pelajar luar negeri bisa meningkatkan laju pemulihan ekonomi kita," ujar Menteri Keuangan Australia, Josh Frydenberg, dikutip dari CGTN, Senin (22/11). "Dengan menyediakan kebutuhan pekerja di lapangan."

Lebih lanjut dijelaskan, kebijakan ini berlaku mulai 1 Desember 2021 mendatang untuk pelajar, pekerja berpengalaman, hingga para pemegang visa aktivitas kemanusiaan, liburan sambil bekerja, hingga keluarga. Australia juga akan memperpanjang pelaksanaan travel bubble untuk Singapura, Jepang, dan Korsel, di mana turis dari negara-negara tersebut bisa masuk Australia tanpa karantina dan hanya menunjukkan bukti negatif COVID-19.


Semua kelonggaran ini, ditegaskan Perdana Menteri Australia Scott Morrison hanya berlaku untuk mereka yang telah divaksin. "Sekali lagi, ini kemenangan bagi warga Australia yang telah divaksin," tutur Morrison.

"Ini kemenangan untuk warga Australia yang ingin melihat negara kita kembali 'normal' seperti sebelum pandemi. Kembalinya para pekerja berpengalaman dan pelajar ke Australia adalah langkah besar untuk kembali ke kondisi normal," imbuhnya.

Meski demikian, pemerintah Australia belum memberikan kejelasan kapan sekitar satu juta turis internasional bisa kembali ke internasional bisa mendapat kelonggaran yang sama. "Kami akan memantau bagaimana langkah kami selanjutnya. Saya pikir warga Australia sudah berkorban banyak untuk memastikan pembukaan berjalan dengan aman dan langkah itu yang akan terus kami lanjutkan," tegas Morrison.

Di sisi lain, kota-kota besar Australia seperti Sydney dan Melbourne sudah mulai membuka pembatasan mereka untuk pelaku perjalanan internasional tanpa kewajiban karantina mulai bulan ini. Kebijakan ditempuh setelah Australia berhasil memvaksinasi penuh 87 persen populasinya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts