Menkes Jerman Sebut Warga Akan Divaksinasi, Sembuh, Atau Meninggal Dalam Beberapa Bulan ke Depan
Dunia
Pandemi Virus Corona

Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn menyatakan bahwa Varian Delta yang sangat menular membuat prediksinya itu sangat mungkin terjadi. Itu sebabnya pemerintah Jerman sangat merekomendasikan Vaksin COVID-19 untuk warga.

WowKeren - Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn memperingatkan bahwa sebagian besar warganya akan "divaksinasi, sembuh, atau meninggal" karena COVID-19 dalam beberapa bulan ke depan. Spahn mendorong lebih banyak orang untuk menerima vaksinasi COVID-19.

"Mungkin pada akhir musim dingin, kurang lebih semua orang di Jerman akan divaksinasi, sembuh atau meninggal," ujar Spahn dilansir dari The Guardian pada Selasa (23/11). "Kedengarannya sinis, tapi itulah kenyataannya."

Lebih lanjut, Spahn menyatakan bahwa Varian Delta yang sangat menular membuat prediksinya itu sangat mungkin terjadi. Itulah sebabnya pemerintah Jerman sangat merekomendasikan Vaksin COVID-19 untuk warga.

Peringatan keras Spahn disampaikan kala Jerman berlomba untuk menahan rekor peningkatan kasus COVID-19 dalam beberapa pekan terakhir. Kapasitas ICU telah mendekati batas maksimal, sedangkan rumah sakit mengalami kekurangan staf dan alat bantu pernapasan.


Meski terdapat akses luas ke Vaksin COVID-19 yang gratis, baru 68 persen populasi Jerman yang menerima vaksinasi secara lengkap. Menurut ahli, capaian vaksinasi tersebut masih terlalu rendah untuk mengendalikan pandemi COVID-19.

Pada Senin (22/11), Jerman bahkan mencatatkan 30.643 kasus positif baru berdasarkan data badan kesehatan Robert Koch Institute. Dengan demikian, jumlah kumulatif kasus COVID-19 Jerman sejak awal pandemi telah mencapai lebih dari 5,3 juta.

Hampir 100 ribu orang telah meninggal dunia akibat COVID-19 di negara terpadat di Uni Eropa tersebut. "Kami memiliki situasi yang sangat, sangat sulit di banyak rumah sakit," tutur Spahn.

Di seluruh Jerman, berbagai langkah telah diperkenalkan di tingkat regional untuk mencoba mengekang penyebaran virus. Salah satunya adalah melarang orang yang belum divaksinasi atau mereka yang tidak memiliki antibodi berada di fasilitas dan ruang publik non-esensial.

Sedangkan di wilayah Bavaria dan Saxony yang terdampak COVID-19 paling parah, pihak otoritas telah memerintahkan bar dan klub untuk tutup. Pasar Natal yang sedianya akan dibuka minggu ini juga telah dibatalkan.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts