Get Healthy : Healthy Lifestyle Enthusiast Ini Ungkap Tips Temukan Jenis Olahraga Terbaik Buat Tubuh
Instagram/healthyjourney.by.nita
Health
Get Healthy

Tidak cocok dengan jenis olahraga tertentu sering jadi alasan menunda berolahraga. Sempat menjajal boxing hingga yoga, begini cara Tri Janita menemukan olahraga terbaik bagi tubuhnya!

WowKeren - Olahraga merupakan salah satu penunjang hidup sehat. Sudah banyak orang membuktikan manfaat olahraga. Mulai dari badan terasa lebih bugar hingga penurunan berat badan. Meski demikian, memulai untuk rutin berolahraga tentu tidak mudah. Hal ini juga diakui oleh Tri Janita. Wanita karier berusia 40 tahun ini mengaku pernah kesulitan untuk konsisten berolahraga.

Dengan tekad dan tujuan yang jelas, wanita yang akrab disapa Nita ini akhirnya mantap memulai dan konsisten olahraga sejak tahun 2018. Saat itu ia memulainya dengan melakukan olahraga ringan.

Merasa olahraga ringan tidak cukup, Nita akhirnya menaikkan intensitas. Ia pun sempat menjajal berbagai jenis olahraga seperti boxing, bodyweight exercise, hingga yoga. Segala hal dilakukan Nita agar tubuhnya terbiasa berolahraga. Bukan tanpa alasan, Nita rupanya memiliki impian untuk bisa melakukan angkat beban.



Photo-INFO

Instagram/healthyjourney.by.nita


Diakui Nita, angkat beban adalah olahraga yang paling tepat dan nyaman. Pasalnya, angkat beban akan menambah kapasitas massa otot. Penambahan massa otot ini akan membantu ia makan lebih leluasa, namun tetap sehat dan ramping.

Setelah menemukan olahraga yang nyaman, kini Nita sudah sukses menurunkan berat badannya dari 160 kg menjadi 101 kg. Selama tiga tahun, ia berhasil menurunkan berat badan hingga 59 kg.

Kepada WowKeren untuk rubrik Get Healthy, Nita mengungkap cara menemukan jenis olahraga terbaik bagi tubuh. Ingin tahu apa saja rahasianya? Simak penuturan Nita berikut ini.

(wk/yoan)

1. Awali Dengan Kebiasaan Bangun Pagi


Awali Dengan Kebiasaan Bangun Pagi
Instagram/healthyjourney.by.nita

Langkah pertama sebelum menemukan jenis olahraga terbaik adalah mengatur pola tidur. Pola tidur yang teratur akan membuat badan terasa lebih segar. Dalam keadaan tersebut, tubuh lebih siap untuk menerima aktivitas fisik seperti berolahraga.

Untuk menjaga pola tidur, langkah pertama yang dilakukan adalah membiasakan diri bangun pagi. Pasalnya, udara pagi masih segar dan membantu relaksasi. Bagi Nita, waktu terbaik dan ternyaman untuk berolahraga adalah pagi hari.

"Buat aku, best time aku pagi hari. Jadi begitu bangun pagi, aku bangun biasanya jam setengah empat, terus ibadah dan segala macam, selesai," jelas Nita. "Jam setengah lima, aku sudah bisa start buat olahraga. Nah, kalau menurut aku kuncinya belajar bangun pagi."

2. Mulai Olahraga Ringan Seperti Jalan Kaki


Mulai Olahraga Ringan Seperti Jalan Kaki
Instagram/healthyjourney.by.nita

Saat memutuskan untuk berolahraga, jangan terburu-buru mengawali dengan olahraga intensitas tinggi. Mulai perlahan dengan meningkatkan aktivitas fisik. Jika bingung memilih jenis aktivitas fisik, Nita menyarankan untuk berjalan kaki. Jalan kaki adalah starting point paling nyaman.

"Karena kalau kita membicarakan (tentang) meningkatkan aktivitas fisik, biasanya orang obesitas merasa bingung," ujar Nita. "Kalau jalan kaki itu beda. Keluar rumah, menghirup udara pagi, itu yang bikin kita lebih nyaman. (Jadi) jalan kaki itu memang titik poin paling nyaman yang aku alami. Karena buat aku, jalan kaki itu bukan cuma olahraga tapi relaksasi."

3. Segera Buat Tujuan Yang Jelas, Jangan Tunggu Motivasi


Segera Buat Tujuan Yang Jelas, Jangan Tunggu Motivasi
Instagram/healthyjourney.by.nita

Sejak awal Nita tidak hanya ingin menurunkan berat badan saja. Tetapi ia ingin tetap tegap dan bugar mendampingi sang anak nanti di pelaminan. Karena itu, Nita pun sadar bahwa mewujudkan hal itu tidak cukup dengan konsisten olahraga ringan saja. Ia akhirnya tak ragu untuk meningkatkan intensitas olahraganya.

"Kalau aku punya goals yang jelas, aku harus berjuang menuju itu. Jadi, motivasi itu ada biasanya kalau sudah ada hasil," beber Nita. "Jadi, kalau belum punya hasil dan belum merasakan manfaatnya, memang agak sulit punya motivasi. (Karena itu) jangan menunggu motivasi."

Pada prinsipnya, olahraga harus disesuaikan dengan tujuan. Begitu juga dengan Nita, ia tetap konsisten melakukan angkat beban meski terkadang bosan. Ia menyiasati kebosanannya dengan cara melakukan olahraga selingan seperti yoga.

4. Sesuaikan Jenis Olahraga Dengan Tujuan


Sesuaikan Jenis Olahraga Dengan Tujuan
Instagram/healthyjourney.by.nita

Dengan tujuan yang jelas, seseorang bisa lebih mudah menyesuaikan jenis olahraga yang tepat. Jika hanya ingin menambah aktivitas fisik, maka jalan kaki adalah pilihan terbaik. Namun, ketika ingin sekaligus menguatkan otot dan tulang, bodyweight exercise merupakan pilihan yang tepat. Sedangkan untuk menambah massa otot, angkat beban adalah jawabannya.

"Sesuaikan sama tujuan. Aku ingin berdiri tegap dan bugar ketika anakku di pelaminan. Menuju situ enggak cukup hanya olahraga kardiovaskular," jelas Nita. "Aku butuh olahraga yang memperkuat otot-otot dan tulang-tulang tubuhku. (Dan itu) angkat beban. Jadi, selaraskan dengan tujuan."

Selain angkat beban, Nita juga serius menekuni yoga. Ia berharap agar kehidupannya lebih seimbang. Sebab, angkat beban akan membuat otot padat dan memendek, sedangkan yoga adalah proses peregangan. Ditambah, proses spiritual dalam olahraga yoga juga sangat disukainya.

5. Tidak Takut Mencoba Berbagai Jenis Olahraga


Tidak Takut Mencoba Berbagai Jenis Olahraga
Instagram/healthyjourney.by.nita

Jika masih mencari olahraga yang cocok, maka jangan takut untuk mencoba macam-macam olahraga. Kita tidak akan pernah tahu sebelum mencoba sendiri. Nita pun mencoba berbagai jenis olahraga sampai akhirnya menemukan yang nyaman dan mendukung pencapaian tujuannya.

"Coba. Kalau enggak dicobain, ya enggak tahu rasanya. Coba dan sabar. Aku gonta-ganti banyak sampai aku menemukan angkat beban dan aku nyaman. Terus, aku ketemu yoga, aku suka. Memang harus coba. Enggak bisa tiba-tiba," papar Nita.

Dengan mencoba banyak hal, seseorang bisa menyesuaikan jenis olahraga dengan kebutuhannya sendiri. Selain itu, mencoba banyak olahraga juga memberikan pengalaman emosional yang berbeda.

6. Nikmati Proses Dan Jangan Jadikan Beban


Nikmati Proses Dan Jangan Jadikan Beban
Instagram/healthyjourney.by.nita

Saat mencoba olahraga, jangan buru-buru memutuskan tidak nyaman atau tidak cocok. Nikmati prosesnya terlebih dahulu. Kemudian, kerjakan sesuai kemampuan. Meski demikian, jangan sampai terlalu keras kepada diri sendiri dengan menjadikannya beban.

"Kalau satu bulan, dua bulan masih merasa tidak nyaman dan ternyata tidak bisa men-support goals-nya. (Terus) sudah coba komitmen dan konsisten tapi tetap enggak nyaman, ya sudah tinggalin, pindah ke yang lain," saran Nita.

Jika sudah sabar dan konsisten namun masih tidak nyaman, jangan paksakan diri. Segera pindah ke olahraga lainnya tentu tidak masalah, asal kalian tidak berhenti berolahraga.

7. Sabar Dan Jangan Berekspektasi Berlebihan


Sabar Dan Jangan Berekspektasi Berlebihan
Instagram/healthyjourney.by.nita

Banyak orang berekspektasi jika olahraga dapat menguruskan badan. Namun, ketika hasil tidak sesuai ekspektasi, akhirnya mereka malah patah semangat. Padahal, tidak selalu demikian. Dalam angkat beban yang tujuannya menambah massa otot, berat badan kemungkinan akan bertambah.

"Ketika aku angkat beban, itu menambah massa otot, jadi mungkin berat badannya akan bertambah. Tapi, karena isinya otot bukan lagi lemak, (maka) akan lebih shaping (terbentuk tubuhnya)," lanjut Nita. "Makanya, harus paham dulu tujuannya dan olahraga yang dikerjain itu efeknya apa."

Pada dasarnya, tidak ada olahraga yang cocok atau tidak cocok bagi tubuh. Hanya saja, banyak orang yang tidak sabar menjalani prosesnya. Mereka juga terburu-buru memutuskan berhenti.

"Kadang, kita sebenarnya bisa, tapi (karena) enggak sabar, (akhirnya) memutuskan untuk berhenti. Jadi, merasa enggak cocok. Padahal, (karena memang) belum sampai, tapi inginnya buru-buru sampai," pungkas Nita.

You can share this post!