Seminggu Erupsi Semeru: Masih Gempa Guguran, Pelaku Penjarahan Rumah Korban Berhasil Ditangkap
AFP/Juni Kriswanto
Nasional
Erupsi Semeru

Sudah sepekan berlalu sejak Gunung Semeru mengalami erupsi. Namun duka warga bukan hanya karena erupsi, melainkan akibat rumah mereka yang juga dijarah orang tak bertanggung jawab.

WowKeren - Sudah sepekan berlalu sejak Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengalami erupsi. Hingga kini ribuan warga masih mengungsi lantaran Gunung Semeru tercatat masih mengalami erupsi.

"Pada hari ini pukul 00.00-06.00 WIB tercatat gempa guguran sebanyak tiga kali kejadian, amplitudo 2-3 mm dengan durasi 10-12,5 detik," ujar petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru di Gunung Sawur, Liswanto, dalam laporan tertulisnya pada Sabtu (11/12), dilansir dari ANTARA. "Secara visual Gunung Semeru tampak jelas dan asap kawah tidak teramati."

Aktivitas kegempaan di Gunung Semeru juga masih terpantau, yakni berupa embusan dan gempat tektonik masing-masing terjadi sekali. Gunung Semeru sendiri masih berada pada Level II atau Waspada.

Jelas bencana yang terjadi menimbulkan rasa duka mendalam bagi warga terdampak. Namun duka yang mereka rasakan tidak berhenti sampai di situ, sebab ada oknum-oknum tak bertanggung jawab yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadinya.

Yang dimaksud adalah adanya aktivitas penjarahan rumah-rumah yang ditinggalkan warga sekitar Gunung Semeru yang mengungsi. Mengutip CNN Indonesia, kini pelaku penjarahan tersebut sudah berhasil ditangkap dan dikeroyok massa.

Salah satu yang menjadi korban adalah Suprayitno (55), warga Dusun Kamar Kajang yang kehilangan uang Rp2 juta. Lima sertifikat rumah dan tanahnya juga nyaris digondol pencuri.


"Sertifikat sama uang itu kan disimpan di lemari. Uangnya hilang terus lima sertifikat jatuh berserakan di lantai," terang Suprayitno.

Hal senada juga disampaikan oleh Sunarko yang kehilangan beberapa perabotan rumahnya seperti kompor, gas elpiji, dan setrika."Jendela rumah saya dicongkel," tutur Sunarko.

Sedangkan pelaku pencurian, menurut Pujiono yang merupakan ketua RT setempat, sudah berhasil ditangkap saat hendak melakukan pencurian. Modus yang dilakukan adalah dengan berpura-pura menjadi saudara korban erupsi, namun tindak-tanduknya ternyata telah dicurigai warga.

"Dia enggak sadar selama tiga hari dia wira-wiri (di) Kamar Kajang kalau saya amati," kata Pujiono. "Terus ketahuan nyongkel jendela itu, saya tangkap sama warga."

Atas aksinya, Polres Lumajang sudah menjerat pelaku dengan Pasal 363 KUHP. "Kasus ini masuk dalam kategori pencurian, ancaman paling lama 7 tahun penjara," ujar Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Fajar Bangkit Utomo.

Karena itulah, saat ini Polda Jatim juga melakukan patroli sekaligus penyekatan berlapis untuk mengamankan kondisi di sekitar lokasi terdampak. "Upaya ini untuk mengantisipasi adanya orang luar untuk tidak memanfaatkan musibah yang sedang terjadi," tegas Kasubdit Gasum Polda Jatim, AKBP David.

(wk/elva)


You can share this post!


Related Posts