Masa Tanggap Darurat Erupsi Semeru Telah Berakhir, Kini Fokus Relokasi Warga Terdampak
AFP/Juni Kriswanto
Nasional
Erupsi Semeru

Masa tanggap darurat kebencanaan erupsi Gunung Semeru telah berakhir pada 24 Desember 2021 lalu. Kini Bupati Lumajang, Thoriqul Haq telah menetapkan masa transisi darurat.

WowKeren - Sebelumnya, masa tanggap darurat erupsi Gunung Semeru diperpanjang selama satu pekan yang dimulai pada 18 Desember, dan berakhir pada 24 Desember 2021 lalu. Kini, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq diketahui telah menetapkan masa transisi darurat lewat surat keputusan bernomor 188.45/556/427.12/2021.

Sementara itu, Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, menuturkan bahwa salah satu prioritas pada fase ini yakni percepatan relokasi hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak erupsi Semeru.

Di sisi lain, berdasarkan data dari Pos Komando (Posko) Penanganan Darurat Bencana Erupsi Semeru per Sabtu (25/12), pukul 18.00 WIB, tercatat total rumah rusak mencapai 1.027 unit.

Kemudian, Abdul menuturkan bahwa rumah rusak akibat erupsi Semeru itu tersebar di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, dengan kategori rusak berat sebanyak 505 unit. Sedangkan di Desa Supiturang, Kecamatan Prtonojiwo, rumah rusak berat terdapat 85 unit dan rusak ringan 437 unit.


Lebih lanjut, Abdul menerangkan bahwa pemda setempat saat ini tengah membersihkan lahan yang menjadi tempat relokasi warga di Desa Sumbermujur. Adapun beberapa alat berat tampak dikerahkan untuk pelebaran jalan dan pengaspalan.

Sementara mengenai total warga mengungsi akibat erupsi Semeru per Sabtu (25/12), kata Abdul mencapai sebanyak 9.417 jiwa, dan tersebar di 402 titik. Menurutnya, konsentrasi pengungsian terpusat di tiga Kecamatan.

Selain itu, Abdul menerangkan bahwa sebanyak 15 titik pengungsian di Kecamatan Pasirian, ada sebanyak 1.657 jiwa, Kecamatan Candipuro ada 22 titik dengan 3.897 jiwa, serta di 7 titik Kecamatan Pronojiwo dengan 1.136 jiwa.

Sedangkan untuk pengungsian di luar Kabupaten Lumajang, Abdul mengungkapkan terletak di Kabupaten Malang 9 titik dengan 341 jiwa, Probolinggo 1 titik 11 jiwa, Blitar 1 titik 3 jiwa, dan Jember 3 titik 13 jiwa. Sementara untuk korban meninggal akibat erupsi Semeru menjadi 51 orang per Selasa (21/12), pukul 18.00 WIB.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts