Waspada! Satgas COVID-19 Ungkap Kasus Aktif di 11 Provinsi Ini Mulai Naik Pasca Nataru
AFP
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Satgas COVID-19 mendorong seluruh Pemda untuk mengantisipasi potensi kenaikan kasus dalam beberapa pekan ke depan lantaran baru melewati periode Natal dan Tahun Baru.

WowKeren - Periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 sudah lewat. Satuan Tugas Penanganan COVID-19 sempat mengklaim bahwa Indonesia berhasil melaluinya tanpa kenaikan kasus.

Meski demikian, Juru Bicara Satgas COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, menyayangkan tanda-tanda kenaikan kasus aktif di 11 provinsi. Menurut Wiku, dampak Nataru terhadap kenaikan kasus baru akan terlihat dalam jangka 2 pekan setelah periode Nataru.

"Dari data terbaru, ada kenaikan kasus aktif ini pada sejumlah provinsi," tutur Wiku dalam konferensi persnya, Kamis (6/1). "Terjadi kenaikan selama 4 minggu berturut-turut yaitu di Provinsi Ibu Kota DKI Jakarta dan Kepulauan Riau."

"Lalu kenaikan dalam 3 minggu berturut-turut yaitu Kalimantan Selatan," sambungnya. "Serta kenaikan dalam 2 minggu terakhir, di antaranya Aceh, Sumatera Utara, Banten, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara, serta Papua."


Karena itulah, Wiku mendorong semua pemerintah daerah untuk lebih mengantisipasi kenaikan kasus COVID-19 dalam beberapa pekan ke depan. Pada kesempatan tersebut, Wiku menerangkan bahwa kenaikan kasus kebanyakan terjadi dari pelaku perjalanan internasional.

"Perlu diperhatikan bahwa pada beberapa daerah data kenaikan kasus banyak dikontribusikan oleh pencatatan kasus dari pelaku perjalanan luar negeri yang masuk ke Indonesia," kata Wiku, dikutip dari laman covid19.go.id pada Jumat (7/1). Karena itulah, Wiku menegaskan bahwa pemerintah pusat telah mengupayakan yang terbaik dengan memaksimalkan tahap pelaksanaan karantina bagi pelaku perjalanan internasional.

"(Namun) tentunya hal ini hanya dapat berhasil dengan peran serta masyarakat yang patuh menjalankan aturan karantina yang sudah ditetapkan," imbuh Wiku. Harapannya langkah ini bisa mencegah meluasnya penularan lokal akibat varian Omicron.

Yang terpenting, tegas Wiku, adalah seluruh daerah berupaya mencegah kasus impor COVID-19 Omicron sampai lolos ke masyarakat. Bila muncul indikasi transmisi komunitas, maka harus dikendalikan sedini mungkin.

"Kedisiplinan protokol kesehatan di tempat umum dan bagi pelaku perjalanan juga perlu untuk selalu diawasi dan ditegakkan," pungkasnya. "Untuk mencegah semakin meluasnya penularan."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts