Susi Pudjiastuti Ikut Geram Komentari Temuan Sejumlah Orang Di Kerangkeng Rumah Bupati Langkat
Unsplash/Marco Chilese
Nasional
Kerangkeng Manusia Bupati Langkat

Bupati Langkat, Kerang Terbit Rencana Perangin Angin, diduga telah melakukan perbudakan modern dan dinilai melanggar hak asasi manusia. Mantan Menteri Kelautan dan Periklanan Susi Pudjiastuti pun sampai angkat bicara.

WowKeren - Belakangan ini Bupati Langkat, Kerang Terbit Rencana Perangin Angin menjadi perbincangan hangat masyarakat Tanah Air. Pasalnya, terungkap bahwa Bupati Langkat telah mengurung sejumlah orang di dalam kerangkeng yang ditemukan di belakang rumahnya.

Alhasil, sikap Bupati Langkat itu dituding sebagai perbudakan modern dan telah melanggar hak asasi manusia. Kepada polisi, Bupati Langkat mengklaim penjara itu dibuat untuk warga binaan yang direhabilitasi dari kecanduan narkoba. Selama ini para tahanan itu direhabilitasi lalu dipekerjakan di kebun sawit milik sang bupati. Tak hanya itu, mereka juga dipekerjakan di rumah pribadinya.

Mantan Menteri Kelautan dan Periklanan Susi Pudjiastuti pun sampai angkat bicara terkait temuan tersebut. Ia mengklaim perbudakan modern adalah hal yang tak dapat ditoleransi.

Susi khawatir bila temuan yang menyeret Bupati Langkat bukanlah satu-satunya kasus perbudakan modern yang terjadi di Tanah Air. Itu mengapa, Susi meminta agar pihak berwenang segera mengusut tuntas kasus tersebut.


"Perbudakan modern adalah hal yg tidak bisa lagi kita tolerir..saya khawatir ini bukan satu2 nya tempat seperti ini. Keji& tidak berperikemanusiaan," tulis Susi melalui akun Twitter pribadinya pada Senin (24/1).

Photo-INFO

Twitter

Sementara itu, Lembaga swadaya pemerhati buruh migran, Migrant CARE, telah melaporkan temuan tersebut ke Komnas HAM. "Berdasarkan laporan yang diterima Migrant CARE di lahan belakang rumah Bupati tersebut, ditemukan ada kerangkeng manusia yang dipekerjakan di kebun kelapa sawitnya mengalami eksploitasi yang diduga kuat merupakan praktik perbudakan modern," ujar Ketua Pusat Studi Migrasi Migrant CARE, Anis Hidayah. "Migrant CARE akan membuat pengaduan ke Komnas HAM dan akan diterima oleh komisioner Komnas HAM Choirul Anam."

Kasus perbudakan modern itu diketahui bukan kejahatan pertama yang dilakukan Bupati Langkat. Terbit Rencana Perangin Angin juga diketahui merupakan tersangka KPK yang terjerat kasus dugaan suap penerimaan hadiah atau janji terkait pengadaan barang dan jasa tahun 2020-2022.

(wk/Sisi)


You can share this post!


Related Posts