Misa Arwah Maura Magnalia Dikhawatirkan Langgar Prokes COVID-19, Suami Nurul Arifin Minta Maaf
Instagram/na_nurularifin
Selebriti
RIP Putri Nurul Arifin

Mayong Suryo Laksono selaku suami Nurul Arifin menyampaikan permohonan maafnya usai misa arwah Maura Magnalia dikhawatirkan melanggar prokes COVID-19. Berikut pernyataan lengkapnya.

WowKeren - Suasana haru menyelimuti misa rekuiem atau misa arwah mendiang putri Nurul Arifin, Maura Magnalia, yang berpulang pada Selasa (25/1) dini hari tadi. Namun karena banyaknya pelayat yang datang, misa ini dikhawatirkan melanggar protokol kesehatan (prokes) COVID-19.

Karangan bunga berwarna putih tampak menghiasi setiap sudut ruangan selama misa arwah Maura berlangsung. Sejumlah kerabat dan tamu undangan yang hadir juga terlihat cukup khusyuk selama acara.

Di sisi lain, Nurul dan suaminya hanya bisa tertunduk lesu saat mendengar bacaan Injil yang dibacakan oleh Romo yang memimpin misa. Mereka juga terlihat berusaha tegar untuk menerima kepergian sang buah hati.

Karena banyaknya kerabat dan tamu undangan yang hadir, misa arwah Maura Magnalia dikhawatirkan melanggar protokol kesehatan (prokes) COVID-19. Oleh sebab itu, Mayong Suryo Laksono selaku suami Nurul Arifin menyampaikan permintaan maafnya kepada publik.



"Kami mohon maaf kalau prokes COVID-19 terlanggar dengan luar biasa karena inilah cara yang kami tempuh ketika mengurus Maura di Gawat Darurat RS Puri Cinere. Kami sudah mencoba mengontak teman untuk meminta bantuan untuk rumah duka," kata Mayong Suryo Laksono melalui platform zoom, sebagaimana dikutip dari sindonews.com.

Mayong kemudian menjelaskan alasan keluarganya memilih rumah tinggal mereka sebagai tempat persemayaman jenazah Maura. Menurutnya, itu adalah keinginan sang istri yang berharap putrinya kembali ke rumah dan berkumpul bersama keluarga sebelum dimakamkan.

"Nurul ibunya Maura hanya bilang 'Tidak di rumah duka. Maura adalah anak kita dan kita harus bersama-sama di rumah.' Namun saya optimis saja bahwa kita juga sudah vaksin booster COVID-19, jadi mudah-mudahan tidak menjadi klaster baru meski saya masih memiliki perasaan cemas juga," pungkas Mayong.

Sementara itu, Maura Magnalia meninggal akibat serangan jantung usai ditemukan dalam kondisi lemas dan tergeletak di ruang makan. Rencananya, jenazah Maura akan dimakamkan pada Rabu (26/1) besok di Sandiego Memorial.

(wk/eval)


You can share this post!


Related Posts