Di tengah popularitas 'All of Us Are Dead', Netflix menuai banyak kritik dari pemirsa drama ini. Simak penjelasan dan tanggapan lengkap mereka berikut ini.
- Eva Lestari
- Selasa, 01 Februari 2022 - 18:07 WIB
WowKeren - "All of Us Are Dead" menjadi salah satu drama Netflix yang tengah digandrungi. Sayangnya, sejumlah kritik mengalir pada Netflix karena tidak memberi peringatan untuk adegan kekerasan seksual dalam drama tersebut.
"All of Us Are Dead" adalah sebuah drama yang didasarkan pada webtoon dengan judul serupa. Karya aslinya menceritakan kisah sekelompok siswa yang terjebak di sekolah mereka selama wabah zombie. Alhasil, para siswa mati-matian melarikan diri dari sekolah agar tak berubah jadi zombie.
Zombie memang merajalela di "All of Us Are Dead", namun monster paling ganas dalam drama ini adalah manusia. Hal ini dapat dilihat dari sejumlah adegan kekerasan di sekolah, termasuk bullying dan pelecehan seksual.
Di episode 1, sekelompok pembully terlihat merundung seorang siswa laki-laki dan siswi perempuan. Mereka bahkan menanggalkan seragam bagian atas siswi tersebut hingga dia meringkuk untuk menutupi payudaranya.
Siswa laki-laki yang ditindas bahkan dipaksa untuk merekam serangan tersebut dengan ponselnya. Situasi ini akhirnya berhenti setelah siswa lain menghentikan perundungan tersebut.
Pemirsa yang telah mengantisipasi kemunculan zombie, menjadi sangat terkejut saat melihat sejumlah adegan brutal tentang kekerasan di sekolah. Beberapa dari mereka berharap agar Netflix tidak memasukkan adegan seperti ini ke dalam setiap kontennya.
"Bagian intimidasi di 'All of Us Are Dead' sangat meresahkan, aku tidak tahan," ujar seorang netter. "Semua adegan kekerasan itu membuatku muntah bahkan sebelum aku menonton zombienya," imbuh netter yang lain.
"Aku membaca webtoon aslinya dan sejauh ini aku suka versi drama dari 'All of Us Are Dead'. Tapi aku sangat berharap mereka tidak memasukkan adegan kekerasan seksual," kata netter yang lain.
Pemirsa lain mengkritik Netflix karena tidak memberi peringatan pemicu yang terperinci. "Netflix benar-benar perlu menempatkan trigger warning yang lebih tepat di film dan acara mereka. 'All of Us Are Dead' memiliki begitu banyak adegan kekerasan, tapi aku tidak melihat tanda-tanda peringatan, seperti pelecehan seksual di episode pertama," sahut netter yang lain.
Sementara itu, rating kedewasaan untuk "All of Us Are Dead" dan episode pertama mencantumkan bahasa, kekerasan, gore dan merokok. Tidak ada keterangan yang menunjukkan bahwa adegan kekerasan seksual muncul dalam serial tersebut.
Kurangnya kejelasan ini bisa sangat meresahkan bagi penggemar K- Drama yang belum terbiasa dengan drama brutal yang dibuat Netflix. Sehingga wajar jika pemirsa akhirnya mempermasalahkan hal itu.
(wk/eval)