'All Of Us Are Dead' tak hanya berfokus pada kisah bertahan hidup saja. Drama ini juga mengangkat topik sensitif seperti kekerasan di sekolah, hamil ketika masih menjadi siswa hingga pelecehan seksual.
- Farida Amalia Dwi Yanti
- Rabu, 02 Februari 2022 - 15:05 WIB
WowKeren - "All Of Us Are Dead" kini menjadi demam baru di kalangan pecinta drama Korea Selatan. Drama ini menceritakan tentang situasi ekstrem yang terjadi ketika sebuah sekolah menengah terinfeksi virus zombie. Orang-orang dari luar lantas mencoba menyelamatkan para siswa yang terjebak di sekolah.
Namun "All Of Us Are Dead" tak melulu berfokus pada kisah bertahan hidup saja. Drama yang dibintangi oleh Cho Yi Hyun cs ini mengangkat topik sensitif seperti kekerasan di sekolah, hamil ketika masih menjadi siswa hingga pelecehan seksual.
Dalam jumpa pers yang digelar sebelum perilisan "All Of Us Are Dead", sutradara buka suara terkait topik sensitif dalam drama tersebut. "Yah, masalah yang terjadi di sekolah, menurutku itu tidak terbatas di sekolah. Apapun yang terjadi di sekolah, ada pelaku, ada korban. Itulah tepatnya yang terjadi di masyarakat kita juga," ungkap sutradara.
Sutradara juga membahas perbedaan "All Of Us Are Dead" dengan konten zombie lainnya do drama Korea Selatan. "Ketika kalian melihat zombie, detail yang berbeda dari koreografi zombie, kami memiliki koreografer dan seseorang yang merupakan aktor, jadi keduanya menciptakan sinergi yang luar biasa dalam menghidupkan zombie," tutur sutradara.
"Dan aku yang membuatku bangga pada drama kami adalah bahwa detail pergerakan zombie telah ditingkatkan secara signifikan," imbuh sutradara. Sang sutradara juga membahas kebebasan berkreatif yang dia terima dari Netflix.
Sutradara mengaku dapat mengekspresikan ide-idenya pada tingkat yang dia inginkan untuk diungkapkan. "Untuk pencipta, staf, pemain, Netflix sangat menghormati semua orang dan semua pendapat kami. Jadi jumlah dukungan yang kami berikan dan diskusi yang bermanfaat, semuanya sangat membantu dan kondusif untuk lingkungan yang kreatif," pungkas sutradara.
Sementara itu, "All of Us Are Dead" menggambarkan jiwa orang-orang yang berjuang sampai akhir untuk bertahan hidup dalam ruang terbatas, serta sifat manusia yang tersembunyi yang muncul ketika orang dipaksa ke dalam situasi yang mengerikan.
(wk/amal)