Gunakan Jam Tangan Pendeteksi Detak Jantung
pexels/Karolina Grabowska
Health

Masih sering rasakan kram dan cedera meski sudah lakukan pemanasan sebelum olahraga? Hati-hati salah gerakan! Agar tak lagi lakukan kesalahan, intip tips pemanasan dengan benar versi Karina Fiorentina berikut ini.

WowKeren - Selain durasi, detak jantung merupakan indikasi yang harus diperhatikan saat melakukan pemanasan. Menurut Karin, beberapa orang sudah melakukan pemanasan dengan durasi yang cukup, namun detak jantungnya belum siap. Keadaan inilah yang membuat perubahan detak jantung abnormal yang dapat mengakibatkan blackout atau collapse saat olahraga.

"Kalau punya jam yang bisa mendeteksi detak jantung, itu akan lebih bagus. Karena di situ kan tertulis detak jantung kita berapa. Jadi, kita tahu badan kita sudah siap (berolahraga) atau belum," ungkap Karin. "Kalau aku, detak jantung normal kalau enggak ngapa-ngapain sekitar 55-65 bpm (beats per minute atau denyut per menit). Biasanya, aku pemanasan sampai detak jantung 110 bpm baru aku mulai masuk ke inti."

Jika tidak memiliki jam untuk mendeteksi detak jantung, jangan khawatir. Kalian bisa melihat tanda-tandanya hanya dari napas dan keringat. Saat napas sudah lebih cepat dan tubuh mulai mengeluarkan keringat, maka tubuh sudah siap melakukan olahraga.

"Jadi, indikasinya itu ada dua. Satu dari napas kita. Kalau napasnya sedikit lebih cepat, berarti badannya sudah mulai panas. Kedua, dari keringat. Jadi, kalau badan kita sudah mulai keluar keringat berarti sudah ready juga," jelas Karin. "Kalau latihannya di ruangan ber-AC atau badannya enggak gampang berkeringat, itu dari napas saja."

(wk/yoan)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!